TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang, Mad Romli sukses mengantarkan partainya meraih kemenangan di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Kemenangan tersebut kemudian mengantarkan 9 kader Partai Golkar duduk di DPRD Kabupaten Tangerang. Golkar juga berhak atas jatah kursi Ketua DPRD Kabupaten Tangerang yang sebelumnya dikuasai PDIP.
Kemenangan Golkar di Pemilu 2024 turut menambah kepercayaan diri Mad Romli yang semakin mantap menatap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tangerang.
Mad Romli sendiri tidak asing dengan perhelatan Pilkada. Sebab pada tahun 2018, ia bersama Ahmed Zaki Iskandar berhasil meraih 83,72 persen suara melawan kotak kosong.
Selama 5 tahun, ia kemudian menjabat sebagai Wakil Bupati Tangerang. Ditemui di kawasan Suvarna Sutera, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Kamis (7/3) Mad Romli mulai sedikit lebih terbuka menceritakan rencana ke depannya menatap Pilkada pada November mendatang.
Mad Romli mengaku usai rehat sejenak di Pemilu 2024, kerja-kerja politik akan dikebut lagi. Konsolidasi akan digerakkan lagi dan komunikasi politik akan dibangun kembali demi menyukseskan agenda kedua, Pilkada Tangerang.
“Karena kita punya agenda besar di bulan November akan menatap Pilkada serentak dan Saya sudah diberikan surat perintah oleh DPP Partai Golkar untuk menyukseskan Pemilu dan Pilkada Tangerang,” ujar mantan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang ini.
Mad Romli mengatakan, meski dirinya mampu meraih kemenangan dengan menambah 6 kursi menjadi 9 kursi DPRD, koalisi dengan partai lain tetap akan dilakukan menghadapi Pilkada Tangerang.
“Kita harus berkoalisi dengan partai lain, mudah-mudahan selaras visi misi dalam memajukan Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Ditanya mengenai siapa sosok calon wakil Bupati Tangerang pilihannya, Mad Romli mengaku sejauh ini sudah ada 6 tokoh yang melamar menjadi wakilnya. Keenam tokoh tersebut memiliki latar belakang birokrat, pengusaha dan politikus.
“Sampai hari ini (pembicaraannya-red) masih konsolidasi. Kita banyak sekali yang menginginkan, tapi kita saring terus, tapi belum mengerucut,” jelasnya.
Mad Romli mengatakan bahwa dirinya membuka ruang seluas-luasnya kepada seluruh pihak untuk sama-sama bekerjasama membangun Kabupaten Tangerang. Menurutnya, koalisi bisa terbangun dengan semua partai politik kendatipun terjadi rivalitas di pusat.
“Kalau parpol tersebut mendukung 01 atau 03, sementara kita mendukung 02, tapi komunikasi di daerah baik, kenapa tidak? Jadi kebijakan ini diserahkan ke masing-masing daerah,” jelasnya.
Mad Romli menilai pada Pemilu 2024 kali ini telah terjadi pragmatisme pemilih di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, masyarakat Kabupaten Tangerang memilih calon didasari pada isi tas calon dan mengesampingkan visi misi calon.
“Fenomena Pemilu 2024 ini memang ada pergeseran budaya masyarakat ke pragmatisme. Jadi bukan gagasan yang disampaikan, tapi orang banyak duit yg menang. Ini tantangan kita,” tandasnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











