CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Lingkungan Cisuru RT 3 RW 6, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon nampak sumringah setelah mendengar kabar bakal mendapatkan bantuan sumur bor dari industri sekitar.
Kabar tersebut datang saat Walikota Cilegon Helldy Agustian didampingi Asda II Aziz Setia Ade mengunjungi wilayah Cisuru yang saat ini tengah kesulitan air akibat penyetopan oleh pemilik sumur bor sejak 18 Februari 2024 lalu.
Kedatangan Helldy sendiri untuk memastikan secara langsung kronologis dan kebenaran terkait pemutusan atau penyetopan aliran air bersih dari sumur bor milik salah seorang Caleg yang gagal melenggang ke parlemen tersebut.
“Makanya kami memastikan cerita kebenarannya terlebih dahulu baru setelah itu kami melihat upaya apa yang sudah di lakukan oleh Lurah dan Camat kemudian solusinya seperti apa,” ujar Helldy saat mengunjungi warga Cisuru, Rabu 13 Maret 2024.
Berdasarkan informasi dari warga terkait persoalan kesusahan air tersebut, Helldy meminta PT Indoraya Tenaga (IRT) dan PT Indonesia Power turut membantu sebagai solusi dari permasalahan yang tengah di alami warga Cisuru.
“Tadi solusi yang di tawarkan adalah pertama dari PT IRT karena ini industri yang deket sekali dengan kampung sini, beliau akan mengirimkan air berupa tanki untuk jangka pendeknya,” terangnya.
Dikatakan Helldy, Pemerintah harus memastikan warga Cisuru yang berjumlah 62 Kepala Keluarga (KK) terus mendapatkan akses air bersih dengan jangka panjang.
Untuk itu, Helldy meminta kepada PT IRT dan PT Indonesia Power untuk bahu membahu memberikan bantuan berupa sumur bor untuk warga.
“Target pengeboran saya minta selama 1 minggu ini harus ada kepastian, kita akan monitoring harus ada kepastian artinya tidak mudah memang karena tadi yang diminta oleh tokoh masyarakat juga bahwa pengeboran tidak di lakukan di wilayah ini tapi dari bawah karena dari bawah itu sumbernya jauh lebih banyak di bandingkan dengan di atas,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 3 Linkungan Cisuru, Muhammad Yusuf mengaku sejak 18 Februari 2024 warganya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Sejak pemutusan sumur bor oleh Caleg gagal tersebut, warga hanya mengandalkan air hujan yang tersimpan di sumur resapan.
“Keluhan air sejak 18 Februari sampai sekarang memang airnya tidak ada, sekarang memanfaatkan sumur resapan dan itu pun tidak mencukupi, kalau tidak hujan 4 hari aja udah kering,” katanya.
Dengan demikian, ia mengaku bersyukur bisa kembali mendapatkan air bersih dengan mudah berkat bantuan Pemerintah dan pihak Industri sekitar.
Sebelumnya, Warga Cisuru mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Hal itu dikarenakan saluran pipa air bersih dari Sumur Bor Bukit Teletubbies yang sebelumnya mengalir di rumah warga kini telah distop.
Penyetopan sendiri dilakukan oleh pemilik sumur bor, yang diketahui merupakan mantan caleg gagal meraih kursi DPRD Kota Cilegon pada Pemilu 2024. (*)
Editor: Bayu Mulyana











