LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID-Gelombang tinggi yang terjadi dalam sepekan terakhir, mengakibatkan stok ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak kosong.
Sebab, banyak nelayan memilih tak melaut karena cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Lebak Selatan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak, Winda Triana mengatakan, kekosongan ikan terjadi karena para nelayan di Binuanguen tidak melaut sejak beberapa waktu lalu.
“Iya kalau stok di TPI kosong karena nelayan juga kan nggak melaut sudah sepekan lantaran gelombang tinggi,” kata Winda saat dihubungi, Sabtu, 16 Maret 2024.
Namun Winda menyebutkan, untuk stok ikan dan kebutuhan masyarakat masih aman, lantaran Pemkab Lebak masih memiliki stok lainnya. “Masih tercover kalau yang untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Diketahui, mayoritas nelayan paling banyak tersebar di Kecamatan Wanasalam, Malingping dan Bayah. Ketiga wilayah tersebut merupakan penghasil ikan laut di Kabupaten Lebak.
“Jumlah nelayan ada 3.600 orang yang tersebar di Pesisir Selatan Kabupaten Lebak mulai Pantai Binuangeun, Karangmalang, Bagedur, Cihara, Suka Hujan, Pasput, Cibobos, Panggarangan, Bayah, Karangtaraje, Pulomanuk hingga Sawarna yang tidak melaut karena gelombang tinggi hingga 4 meter,” ucapnya.
Sementara Ketua Nelayan Bayah Basri mengatakan, selain karena faktor cuaca ekstrem, para nelayan juga tak melaut karena terdapat beberapa kapal yang mengalami kerusakan.
“Kapal nelayan ada yang rusak akibat gelombang tinggi. Jadi mereka sementara waktu tidak melaut,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











