PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 38 orang pegawai Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) dilatih menembak oleh tim instruktur dari Satuan Brimob Polda Banten.
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Ardi Andono mengatakan,sebelum Ramadan, 38 orang pegawai BTNUK mengikuti pelatihan menembak di Markas Satbrimob Polda Banten.
“Pelatihan menembak ini menjadi agenda rutin Balai TNUK,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 17 Maret 2024.
Ardi menjelaskan, 38 orang peserta tidak hanya berlatih menembak target sasaran, tetapi juga pengetahuan menghadapi pelaku pelanggaran ketika tengah patroli.
“Jadi dibekali tentang bagaimana mengambil tindakan pertama jika menemukan pelanggaran dalam kawasan. Sehingga dapat mengendalikan situasi di Tempat Kejadian Perkara,” katanya.
Ardi berharap, para personel TNUK bisa menyerap ilmu untuk mengatasi berbagai kendala atau ancaman di
lapangan. Mulai dari bagaimana cara menggunakan senjata dan mengambil tindakan saat menemukan pelanggaran atau pemburu liar.
“Semoga saja teman-teman dapat meningkatkan kemampuannya dalam menjaga kawasan TNUK,” katanya.
Lebih lanjut Ardi mengungkapkan, selama latihan di Satbrimob Polda Banten, para peserta mendapatkan tiga materi pelatihan. Pertama, terkait dengan teori tindakan pertama di TKP, kedua, teori tata cara penggunaan senjata api.
“Lalu terkait teori tata cara menembak yang baik. Yang mana diharapkan peserta dapat menembak mengenai sasaran yang ditargetkan,” katanya.
Dalam uji tembak senjata pistol, peserta diuji dengan jarak tembak 10 meter dan 15 Meter. Sedangkan untuk senjata api laras panjang uji tembak dilakukan pada jarak 10 meter, 15 meter dan 25 meter
“Adapun hasil penilaian yang dilakukan
oleh Tim Instruktur dari Brimob Polda
Banten, diperoleh bahwa penembak
terbaik pertama untuk kategori pistol
diraih oleh saya sendiri,” katanya.
Selanjutnya, terbaik ke-dua diraih oleh Staf BTNUK Carso Susanto, dan
terbaik ke-tiga oleh Kepala Seksi Wilayah II Pulau Handeuleum Ujang Acep.
“Untuk katagori jenis laras panjang terbaik pertama di raih oleh Rimbawan (Staf Satuan Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 1 Pulau Panaitan). Terbaik ke-dua oleh Nana Suhana Anggota Polhut BTNUK dan terbaik ke-tiga oleh Tutut Adirianto selaku Staf SPTN Pulau Panaitan,” katanya.
Editor : Merwanda











