PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Empat sekolah dasar negeri di Kabupaten Pandeglang yang terkena gusur proyek jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3 Ruas Cileles-Panimbang belum direlokasi ke tempat lebih aman dan nyaman untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Ke empat SD Negeri yang bakal kena gusur proyek jalan tol diantaranya SDN Pasirkadu 1, Kecamatan Sukaresmi, SDN Pasirsedang 2, Kecamatan Picung, SDN Cijakan 2, Kecamatan Bojong, dan SDN Cijakan 3 Kecamatan Bojong.
Menurut Kabid Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang Yayat Mulyatna, ke-empat sekolah itu belum direlokasi.
“Saat ini masih menunggu kabar selanjutnya. Apakah akan ada percepatan untuk pembangunan gedung baru dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 21 Maret 2024.
Seperti halnya SDN Pasirkadu 1 di Kecamatan Sukaresmi. Sudah seharusnya segera direlokasi karena di sana sudah mulai dilaksanakan pengerjaan proyek jalan tol.
“Selanjutnya di Kecamatan Picung SDN Pasirsedang 2. Dan di Kecamatan Bojong ada SDN Cijakan 2 dan SDN Cijakan 3,” katanya.
Lebih lanjut Yayat secara khusus, membicarakan kaitan status SDN Cijakan 3. Kemarin diterima surat dari Kementerian PUPR bahwa SDN Cijakan 3 terhindar dari proyek jalan tol.
“Hanya saja lokasi SDN Cijakan 3 itu akan berada di bawah jalan tol. Namun tidak terlewati,” katanya.
Sedangkan untuk SDN Cijakan 2 itu harus pindah karena berada di jalur lintasan exit Pintu Tol Bojong.
“SDN Pasirsedang 2, Kecamatan Picung juga sama harus pindah. Karena betul-betul itu berada di jalur tengah lintasan jalan tol,” katanya.
Hanya saja, diungkapkan Yayat, masing-masing sekolah sudah disiapkan lahan untuk relokasi. Masing-masing ada dua lahan untuk pembanding.
“Untuk dipilih, tetapi kita tidak akan sembarangan memilih. Saya akan melakukan kajian dengan salah satu konsultan untuk melihat dari semua sisi,” katanya.
Mulai dari sisi ekonomisnya, jumlah penduduknya. Kemudian dari sisi keamanannya.
“Terutama dari sisi keamanan untuk anak-anak kita. Jangan sampai nanti kita alihkan ternyata posisinya tidak bagus maka kami pun akan melakukan kajian dulu,” katanya.
Lebih lanjut Yayat mengungkapkan, meskipun untuk SDN Cijakan 3 terhindar dari Jalan Tol, pihaknya tetap akan melakukan kajian.
“Karena itu untuk keselamatan dan kenyamanan belajar mengajar siswa. Karena jalur jalan tol di atas sedangkan bangunan sekolah berada di bawah jalan sehingga dari sisi keamanan siswa juga harus kita perhitungkan,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi











