SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang Yudi Suryadi menyebut akibat kenaikan komoditas bawang merah, inflasi Kota Serang mengalami kenaikan.
Diketahui, di bulan Maret 2024 inflasi Kota Serang mencapai 3,4 persen. Sementara pada bulan Februari, inflasi Kota Serang hanya 2,7 persen.
Tingginya angka inflasi itu disebut akibat terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama pada komoditas bawang merah.
“Ada kenaikan. Kita kemarin ada kenaikan nol koma sekian persen,” kata Yudi.
Yudi menjelaskan, adanya kenaikan harga bawang merah saat ini akan diwaspadai oleh Pemkot Serang. Sebab, apabila tidak dikendalikan, dikhawatirkan inflasi Kota Serang akan semakin meningkat.
“Itu termasuk salah satu yang harus waspada, diperhatikan,” tuturnya.
Untuk mengatasi inflasi itu, kata Yudi, Pemkot Serang akan mengoptimalkan ladang pertanian yang ada di wilayah Kota Serang.
Soalnya, Pemkot Serang sudah melakukan pembinaan terhadap petani bawang merah dengan luas lahan mencapai 12 hektare.
“Kalau yang bulan kemarin, kita kan kurang lebih 12 hektar penanaman yang kemarin, yang sudah dipanen,” ucapnya.
Yudi menuturkan, dengan langkah kebijakan itu, diharapkan dapat memenuhi stok kebutuhan masyarakat terhadap bawang merah dan juga komoditas lainnya.
“Kita mengembangkan supaya kita juga tidak terlalu ketergantungan dari daerah lain,” tuturnya.
Sebelumnya, Pj Walikota Serang Yedi Rahmat mengaku, berdasarkan hasil rapat koordinasi terkait inflasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, dibenarkan bahwa terjadi kenaikan harga di pasar pada sejumlah komoditas. Bawang merah dan cabai disebut menjadi dua komoditas yang paling tinggi kenaikannya.
“Apa yang disampaikan bapak Menteri di sana bahwa sekarang yang naik tinggi cabai merah dan bawang merah,” kata Yedi, Jumat 26 April 2024.
Yedi mengaku, saat ini stok ketersediaan bawang merah dan cabai di Kota Serang terbilang aman. Hanya saja, harganya kini cenderung meningkat.
“Kondisi perdagangan di Kota Serang, stok sih aman ya. Namun harga tinggi dikarenakan mungkin pasokan yang tersendat,” katanya.
Terlebih menurutnya, petani di daerah penghasil bawang merah yaitu Brebes, disebut sedang mengalami gagal panen akibat terjadinya banjir beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui, berdasarkan pantauan di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, harga bawang merah per kilogramnya kini mencapai Rp80 ribu. Padahal sebelum terjadi kenaikan, harga bawang merah hanya berkisar Rp30 ribu sampai Rp35 ribu per kilogramnya.
Editor: Bayu Mulyana











