TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dukungan terhadap mantan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah maju dalam bursa Pilgub Banten 2024 kembali berdatangan.
Terbaru, sejumlah tokoh agama di Kota Tangerang mendorong Arief R. Wismansyah segera melakukan pengambilan formulir pencalonan Gubernur Banten.
Ulama kharismastik Kota Tangerang KH. Baijuri Khotib mengatakan, sosok Arief R. Wismansyah atau mantan Wali kota Tangerang dua periode tersebut layak maju dalam pemilihan Gubernur Banten.
Baijuri mengatakan, untuk membangun Provinsi Banten yang religius dan berprestasi diperlukan pemimpin yang memiliki pemikiran yang sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Arief R. Wismansyah adalah sosok yang berani, cerdas, tegas, dan memiliki kedalaman spiritual. Saya mendukung langkah maju pak Arief,” kata Baijuri, Jumat 3 Mei 2024.
Menurutnya, sosok pemimpin yang dibutuhkan haruslah seorang laki-laki, sesuai dengan pandangan agama Islam.
“Kalau ada laki-laki, kenapa harus perempuan,” tegasnya.
Baijuri pun meminta agar Arief segera untuk mendaftar pencalonan Gubernur Banten sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Ketua Nadhatul Ulama (NU) Kota Tangerang Dedi Mahfudin menilai, sosok mantan Wali kota Tangerang dua periode tersebut layak maju menjadi calon Gubernur Banten.
Dedi mengatakan, pengalaman Arief sebagai wakil wali kota Tangerang satu periode dan dua kali menjabat wali kota Tangerang dinilai sudah cukup sebagai modal maju ke pencalonan Gubernur Banten.
“Cukuplah pengalaman beliau, beliau kan sudah sarat pengalaman, masih muda, religius dan cerdas,”ucapnya.
Sementara itu Pengamat politik Memed Chumaedy berpendapat Arif R. Wismansyah seyogyanya mengambil formulir pencalonan gubernur Banten. Hal itu karena itu mekanisme yang harus ditempuh baik menjadi bakal calon Gubernur maupun bakal calon wakil Gubernur.
“Harusnya Arief ngambil (formulir), karena dalam undang-udang pencalonan Gubernur, wali kota, Bupati bahwa pencalonan itu melalui partai politik. Artinya yang dicalonkan itu partai politik atau perorangan, nah ketika memang berpikirnya itu partai politik maka konsekuensinya harus daftar ke partai politik,”ujar akademisi Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT) ini.
Memed berjarap, Arief segera mengambil formulir pendaftaran dan jangan hanya menunggu diajak oleh partai politik.
“Menurut saya pak Arief sedang mencoba menawarkan dirinya adalah layak untuk di pinang. Kemudian, urusan Gubernur itu dicalonkan oleh partai politik nanti calon Gubernur nya ini yang menentukan wakilnya,”pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana










