• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Utama

Kata Wapres, Umat Islam Tertinggal di Bidang Ekonomi Akibat Salah Memahami Ajaran Agama

Aas Arbi by Aas Arbi
Minggu, 5 Mei 2024 09:27
in Utama
0
Kata Wapres, Umat Islam Tertinggal di Bidang Ekonomi Akibat Salah Memahami Ajaran Agama

Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma'ruf Amin didampingi Pj Gubernur Banten Al Muktabar, Ketua Dewan Pembina SmarTren KH Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin, Ketua SmarTren KH. Ibnu Balirang saat Kick-Off Program Minimart Pesantren dari SmarTren (Sinergi Masyarakat Pesantren).

0
SHARES
99
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa ekonomi syariah dibangun untuk memberdayakan umat dan mendorong umat supaya membangun ekonomi nasional.

“Karena kita amati selama ini bahwa umat Islam banyak tertinggal di bidang ekonomi, boleh jadi ini akibat daripada salah memahami ajaran agama karena menganggapnya dunia itu tidak penting, yang penting itu akhirat. Itu mungkin salah, seperti itu, ya padahal kita ingin membangun akhirat juga dengan membangun dunia,” ungkap Wapres pada acara Silaturahmi IdulFitri 1445 H Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Banten, Peluncuran Batik Motif Tanara, dan Kick-Off Program Minimart Pesantren di Pesantren An-Nawawi Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Sabtu, 4 Mei 2024.

Turut hadir Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Wury Ma’ruf Amin, Pj Gubernur Banten Al Muktabar, Pj Sekda Pemprov Banten Virgojanti, Ketua KDEKS Banten Siti Ma’rifah dan pengurus, Pengasuh Pesantren An-Nawawi Tanara, KH Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin, perwakilan ormas Islam dan pengusaha.

Dalam konteks ekonomi dan ajaran agama, Wapres mengutip hadis sebagai mana ditafsirkan oleh Syekh Nawawi al-Bantani.

Wapres mengungkapkan, Syekh Nawawi al-Bantani menafsirkan dua buah hadis yang bisa saja menjadi sebab orang takut mencari dunia. Pertama, ungkapan hadis yang mengatakan siapa yang mencintai dunianya, membahayakan akhiratnya.

“Dan cinta dunia akhiratnya bahaya. Jadi orang takut, lebih baik cari akhirat daripada dunia,” ungkapnya.

Yang kedua ada hadis yang berbunyi bahwa cita dunia itu sumber kesalahan. Dalam kaitan ini, Syekh Nawawi mengatakan, siapa yang mencintai dunia bahaya akhiratnya dan ungkapan Imam Hasan Basri, yang merupakan hadis mursal.

“Mencintai dunia sumber daripada kesalahan, kata Syekh Nawawi, yang dimaksud cinta yang membahayakan dunia dan sumber kesalahan, cinta yang membawa kepada tindakan melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang,” jelas Wapres.

“Karena dia cinta ke dunia, akhirnya yang dilarang dikerjakan karena untuk dunia.

Atau menyia-nyiakan perintah. Perintahnya diabaikan karena dunianya. Itu yang dimaksud,” lanjutnya.

Wapres menjelaskan, jika murni cinta semata mata proporsional, tidak melanggar apa-apa, itu bagian daripada watak kemanusiaan Itu manusiawi, tidak masalah, yang penting tidak melakukan larangan dan menyia-nyiakan perintah. “Jadi diluruskan oleh Syekh Nawawi pemahaman yang keliru. Itu saya kira,” ungkapnya.

Dalam keterangan yang lain, kata Wapres, Syekh Nawawi mengatakan, ijtihad dalam mencari rezeki dengan tetap menjalankan hak hak Allah Subhanahuwata’ala, semuanya dijalankan, tanpa menyia-nyiakan kewajibannya, itu jihad besar. Jadi mencari rezeki tapi tetap di jalan yang benar, itu jihad, perjuangan besar,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Wapres mengungkapkan rasa kekhawatirannya terhadap orang yang mencari dunia tetapi tidak tahu halal dan haram, semua ditabrak.

“Orang mencari dunia kemudian lupa salat, salat ditinggalkan karena mencari dunia, tidak sempat ngaji . Tidak ada waktu buat ngaji. Itu namanya mencari dunia ke dunia , seperti orang terjebak ke dalam sarang laba laba . Ia muter saja di situ dari pagi hingga subuh. Padahal mestinya pagi setelah subuh itu ngaji dulu, baru mencari rezeki. Zuhur salat, mencari rezeki lagi, malam ngaji lagi. Itu saya kira, yang Syekh Nawawi bilang jihad,” ungkap Wapres

Bahkan ada hadis yang mengatakan bahwa barang siapa yang keluar dari rumah, mencari rezeki untuk keluarganya dan untuk anaknya maka jihad di jalan Allah. Tapi mencari dunia untuk memperbanyak-banyak dunia dan kebanggaan-banggaan dunia, kehebat hebatan, itu yang di jalan syetan.

“Jadi kita itu membangun ekonomi masyarakat supaya masyarakat kita, umat Islam jangan menjadi orang-orang duafa, tapi menjadi orang-orang yang kuat, yang hebat dan berjaya, bisa menguasai ekonomi seperti masa masa yang lampau,” ungkapnya.

Wapres menegaskan, ekonomi syariah itu untuk membimbing masyarakat supaya jangan berekonomi dengan cara yang tidak sesuai dengan syariah.

“Mungkin ini juga banyak orang yang tidak mau berekonomi, berkegiatan karena dianggapnya tidak sesuai syariah maka kita bangun ekonomi syariah supaya dia jalan di atas ekonomi syariah,” katanya.

Reporter: Aas Arbi

Editor: Aditya

Tags: Al Muktabarbatik motif Tanaraekonomi syariahKDEKS Provinsi Bantenkeuangan syariahKH Ma'ruf AminKomite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariahminimarket pesantrenPesantren An-Nawawi TanaraPj Gubernur BantenSmarTrenSyekh Nawawi Al Bantaniwakil presiden
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

KPSP Setia Kawan Meraih Miliaran Rupiah dari Hasil Memerah Susu Sapi

Next Post

Wapres Ma’ruf Amin Minta Pemprov Banten Masukkan Ekonomi Syariah Dalam Program Pembangunan

Next Post
Wapres Ma’ruf Amin Minta Pemprov Banten Masukkan Ekonomi Syariah Dalam Program Pembangunan

Wapres Ma'ruf Amin Minta Pemprov Banten Masukkan Ekonomi Syariah Dalam Program Pembangunan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

559 KK di Tangsel Terdampak Kekeringan

559 KK di Tangsel Terdampak Kekeringan, BPBD Terus Distribusikan Air

by Syaiful Adha
Kamis, 10 September 2026 20:53
0

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Sebanyak 559 kepala keluarga (KK) atau 2.446 jiwa di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terdampak kekeringan yang terjadi di...

Penambahan Anggaran

DPRD Kabupaten Serang Kawal Anggaran untuk Kebencanaan

by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 10 September 2026 20:45
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Serang berkomitmen akan mengawal anggaran yang diusulkan oleh Badan Penanggunalangan Bencana Daerah (BPBD) untuk...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.