SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang menyebut, lahan pertanian Kota Serang di Sawah Luhur belum bisa menutupi kebutuhan bawang merah untuk masyarakat Kota Seranv.
Kepala DKP3 Kota Serang Sony August mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan demplot atau penyuluhan pertanian ke petani di sektor bawang dan cabai. Sebab, dua komoditas itu sempat menyumbang kenaikan inflasi di Kota Serang.
“Mudah-mudahan untuk yang sekarang karena hari liburnya tidak cukup panjang, sebelum hari Idul Fitri kondisinya mudah-mudahan itu tidak akan terjadi lagi. Jadi kalau misalkan untuk sekarang masih dalam posisi melakukan demplot di bawang dan di cabai,” ujar Sony, Selasa 14 Mei 2024.
Sony mengatakan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Serang masih mengandalkan bantuan dari Bank Indonesia (BI) untuk memenuhi kebutuhan bawang dan cabai bagi masyarakat Kota Serang.
“Waktu kemarin sih itu masih dalam posisi bantuan dari BI dan segala macam kondisinya,” katanya.
Sony mengaku, meskipun Kota Serang memiliki lahan untuk menanam bawang di Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, hal itu dinilai hanya membantu sedikit saja dan tidak berdampak secara signifikan.
“Membantu cuman sedikit. Yang pasti kondisinya itu tidak signifikan untuk membantu menurunkan inflasi,” katanya.
Menurutnya, pertanian bawang maupun cabai membutuhkan biaya yang cukup besar dan mahal. Selain itu, dua komoditas itu juga rentan untuk diserang hama.
“Karena sektor bawang itu sebenarnya mahal. Produksi bawang itu mahal sebenarnya, dan cabai pun mahal kondisinya. Memang kalau misalkan di hama dan segala macamnya itu cukup rentan untuk bawang dan cabai,” katanya.
Sony menuturkan, saat ini Kota Serang memiliki luas lahan pertanian seluas 376 hektare yang berada di Sawah Luhur.
“Kalau bawang itu ada di tanah Sawah Luhur 376 hektar. Salah satunya bawang. Bawang itu cuman berapa hektar lah dari 376 hektar. Itu cuman ada di angka 10 persen saja,” tuturnya.
Dia mengaku, Kota Serang baru mampu menghasilkan pertanian di sektor bawang sekitar 5-6 ton per bulannya. Angka tersebut masih jauh dari kebutuhan masyarakat Kota Serang.
“Lumayan kondisinya itu sampai ada 5 ton – 6 ton. Belum mencukupi untuk kebutuhan kita. Kebutuhan masyarakat Kota Serang untuk bawang merah itu sekitar 44,70 ton dalam satu bulan,” ucapnya.
Diketahui, Kota Serang sempat mengalami kenaikan inflasi akibat adanya kenaikan komoditas bawang merah.
Pada bulan Maret 202, inflasi Kota Serang mencapai 3,4 persen. Sementara pada bulan Februari, inflasi Kota Serang hanya 2,7 persen. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











