SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Ketua desk Pilkada DPC Partai Kesatuan Pembangunan (PKB) Kota Serang Inu Aminudin membantah partainya meminta sejumlah uang ke para bakal calon Walikota Serang, untuk bisa memaparkan visi misinya.
Menurutnya, anggaran kegiatan visi dan misi yang digelar oleh DPW PKB Provinsi Banten itu bersumber langsung dari partainya.
“Tidak ada infaK di kita. Tidak ada istilah mahar di kita, tidak ada infaq mahar. Maaf nih, semua anggaran dari awal kita kelola dari uang partai kita,” ujarnya, Minggu, 19 Mei 2024 di Kantor DPW PKB Provinsi Banten.
Kendati demikian, dirinya tak menampik apabila ada bakal calon Walikota Serang yang ingin memberikan sejumlah uang infak tersebut.
“Kalau pun mereka mau ngasih ya monggo, tapi tidak dijadikan kewajiban. Kalau ya ada monggo, karena urusannya dengan ketua. Jadi kalimatnya tidak ada kalimat infak, apa lagi bayar gitu,” katanya.
Sebelumnya, Ketua DPC PKB Kota Serang Fatihudin mengaku, permintaan sejumlah uang itu merupakan infak untuk membiayai kader dan juga makan di acara pemaparan visi misi.
“Itu adalah infak. Infak untuk membiayai kader kita juga, artinya buat sekarang. Kalau kita membiayai sendiri nggak bisa, yang sanggup oke yaudah, dengan kesepakatan bersama untuk infak,” katanya.
Dijelaskan Fatih, pihaknya tidak mematok harga terkait pemberian infak itu kepada bakal calon. Namun dia mengaku, bakal calon memberikan infak itu sekitar Rp 20-25 juta.
“Sekitar antara kita juga enggak matokin, ada yang 20 (juta) ada yang 25 (juta) calon yang datang hari ini,” katanya.
Sementara itu, bakal calon Walikota Serang Budi Rustandi mengaku tidak dimintakan uang infak untuk bisa memaparkan visi misi di PKB.
“Tidak ada, saya daftar PKB karena keinginan para kiai yang ada di kampung-kampung,” tuturnya.
Senada dengan Budi, bakal calon Walikota Serang lainnya, Subadri Ushuludin juga mengaku tidak mengetahui adanya uang infak untuk bisa memaparkan visi misi di PKB.
“Tidak tahu ya itu, kalau saya tidak diminta untuk uang infak. Saya daftar ke PKB ini karena ada kesamaan antara PPP dan PKB,” ucap Subadri.
Editor : Merwanda











