PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan guru SKh (Sekolah Khusus) Negeri dan SKh swasta mengikuti Penilaian Kinerja Guru di SKh Negeri 01 Pandeglang di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan PKG guru SKh dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu guru menentukan sasaran yang terukur dan kontekstual sesuai kebutuhan satuan pendidikan.
Kasi SMK dan SKH Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Pandeglang, Niti Wardini, mengatakan, Penilaian Kinerja Guru (PKG) adalah evaluasi terhadap berbagai aspek kegiatan utama guru dalam konteks pengembangan karier, peningkatan pangkat, dan penentuan jabatan.
“Dasar penilaian kompetensi PKG digunakan untuk menilai kompetensi dalam proses pembelajaran. Pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang linear dengan fungsi sekolah atau madrasah,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di SKh 01 Pandeglang, Selasa, 21 Mei 2024.
Hasilnya akan menjadi profil guru yang bersangkutan. PKG memberikan angka kredit bagi guru berdasarkan kinerjanya.
“Angka kredit ini digunakan sebagai dasar pengembangan karir dan promosi, seperti kenaikan pangkat atau jabatan fungsional,” katanya.
Secara prinsip, Dini menjelaskan, pelaksanaan PKG meliputi objektivitas, keadilan, akuntabilitas, transparansi, partisipasi, terukur, komitmen, dan berkelanjutan. Komponen PKG mencakup persiapan, pengumpulan fakta dan data, penilaian, dan pelaporan.
“Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru dan mendukung prestasi peserta didik,” katanya.
Lebih lanjut Dini mengungkapkan, terdapat beberapa tujuan penting dalam pengelolaan kinerja guru melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM).
“Pengelolaan kinerja membantu guru menentukan sasaran yang terukur dan kontekstual sesuai kebutuhan satuan pendidikan. Dengan umpan balik konstruktif, guru dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka dalam proses mengajar, sehingga kualitas pembelajaran meningkat,” katanya.
Melalui pemantauan secara berkala, sekolah dapat mengidentifikasi kendala selama proses pembelajaran. Tindakan perbaikan yang cepat memastikan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih efektif.
“Penilaian kinerja ini membantu guru mengevaluasi pencapaian sasaran pendidikan yang diharapkan. Ini memberikan panduan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” katanya.
Pengelolaan kinerja memungkinkan guru mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan. Program ini disusun berdasarkan evaluasi kinerja, sehingga guru terus meningkatkan keterampilan sesuai perkembangan terbaru dalam pendidikan.
“Pengelolaan kinerja juga memengaruhi motivasi dan kepuasan guru dalam melaksanakan tugas,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











