SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana untuk memanfaatkan aset daerah untuk membuat food estate di sejumlah daerah. Itu dilakukan guna memperkuat keamanan pangan di provinsi dengan delapan kabupaten dan kota ini.
Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Virgojanti mengatakan, saat ini pihaknya tengah menginventarisi aset milik Pemprov Banten yang dapat dijadikan lahan dari program food estate itu.
“Kita sedang mendorong aset-aset lahan yang memang kita miliki bisa kita kembangkan menjadi food estate,” kata Virgojanti beberapa waktu yang lalu.
Virgojanti mengatakan, food estate itu nantinya akan ditanami oleh berbagai komoditas pangan strategis seperti jagung, bawang hingga cabai. Katanya, dengan adanya food estate ini maka Pemprov Banten akan bisa mengendalikan laju inflasi daerah.
“Kalau saat ini kan masyarakat enggak bisa kendalikan, itu masyarakat hari ini mau tanam padi, besok tanam cabai kan, terserah dia dong lahan-lahannya dia kan. Istilahnya begitu ,” katanya.
“Namun jika itu food estate maka kita bisa mengarahkan, komoditas apa saja yang perlu kita tanam nantinya,” sambungnya.
Menurut Virgo, selain menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi, program food estate ini juga dapat membuka lapangan pekerja baru dengan mempekerjakan banyak petani lokal di lahan tersebut.
“Ke depan nanti pemuda-pemuda yang ingin bekerja di sektor pertanian, nanti digaji tapi dia memproduksi aja tugasnya ya,” ungkapnya.
Selain aset daerah milik Pemprov Banten, pihaknya juga tengah mengupayakan untuk mengelola lahan Hak Guna Usaha (HGU) dibeberapa daerah yang sudah lagi tidak produktif untuk menjadi lahan pertanian bagi program food estate itu.
“Kalau bisa seluas-luasnya (target lahan food estate,-red). Lahan HGU kan banyak dikita kan, maka sedang kita mohonkan agar kita bisa mengelola disana,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











