TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten membuka Gerai Samsat di Bintaro Xchange Mall, Kota Tangerang Selatan.
Hal itu juga dilakukan guna memudahkan masyarakat menggunakan digitalisasi untuk pemenuhan pembayaran pajak. Itu juga salah satu langkah memberikan layanan terdepan kepada masyarakat.
Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, pembukaan gerai di mall itu sebagai bagian dari upaya Pemprov Banten mendekatkan layanan ke masyarakat.
“Selain ada juga di beberapa titik dilakukan Samsat keliling yang menggunakan kendaraan juga terus kita optimalkan,” ujar Al saat mengunjungi stand Gerai Samsat yang dibuka Bapenda Provinsi Banten di Bintaro Xchange Mall, Rabu, 5 Juni 2024.
Kata dia, itulah bagian dari layanan yang diberikan Pemprov Banten. Dengan begitu, masyarakat bisa cepat mengakses tempat pembayaran pajak.
“Dan dari perkembangan yang kita lakukan itu, target-target pencapaian secara kurun waktu yang memang harus momennya prosentase dicapai itu rata-rata tercapai,” tuturnya.
Al mengatakan, realisasi penerimaan pendapatan asli daerah di setiap akhir tahun, rata-rata di atas 95 persen. Hal itu terlihat juga dengan pembiayaan pembangunan yang dilakukan Pemprov Banten ditopang dari sektor pajak terutama dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
Kata dia, APBD itu pada dasarnya adalah prediksi perencanaan yang dianggarkan di dalam pendapatan. Begitu juga dengan prediksi belanjanya.
“Jadi kita itu sembari mencari uang sembari belanja. Itu perlu diketahui, bukan berarti ada APBD Rp 14 triliun uangnya langsung ada, tidak. Jadi Rp 14 triliun itu atau Rp 13 triliun atau Rp 12 triliun itu adalah prediksi anggaran pendapatan belanja daerah dari sumber pendapatan kita dengan berbagai ya diantaranya di PKB dan BBNKB,” terang Al.
Situasi global nasional sangat mempengaruhi sistem pendapatan Pemprov Banten.
“Jadi kalau ekonomi kita baik, makanya tentang konsep mengendalikan inflasi mendorong investasi menjaga pertumbuhan. Karena kalau itu berjalan secara baik, maka kewajiban-kewajiban masyarakat yang dilakukan dalam rangka bayar pajak atau kegiatan-kegiatan lainnya, itu akan berjalan dengan saling mendukung dan pendapatan kita terjaga,” tutur Al.
Ia menjelaskan, untuk memudahkan masyarakat memenuhi kewajiban membayar pajak, maka Pemprov Banten melalui Bapenda melakukan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman.
“Kita juga meng-update aplikasi yang merespon perkembangan-perkembangan teknologi digital. Jadi banyak hal yang harus disesuaikan dengan keadaan terkini,” tuturnya. (*)
Reporter: Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











