SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul, menilai bahwa bakal calon Gubernur Banten harus memikirkan matang-matang perihal pasangannya yang akan mendampinginya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten.
Seperti pada bakal calon Gubernur Banten dari Partai Golkar, yakni Airin Rachmi Diany.
Kata Adib, Airin harus berpikir keras dalam memikirkan pasangannya. Sebab, kini terdapat kutub baru pada kontestasi Pilgub Banten ini, yaitu kutub Airief R Wismansyah dan Achmad Dimyati Natakusumah.
“Munculnya Aief Wismansyah yang digadang-gadang akan berduet dengan Dimyati, Arief sebagai Cagub, Dimyati Cawagub, kiranya ini yang jadi keresahan kutub Airin. Makanya kalau dia (Airin ,-red) tidak bisa memilih Cawagub yang benar benar melengkapi, ini perlu diperhatikan, karena kutub politik baru yang diciptakan Airief jadi lawan serius bagi Airin,” kata Adib, Minggu, 9 Juni 2024.
Adib menilai, Kutub Arief dan Dimyati, menjadi kutub baru yang saling melengkapi antara keterwakilan wilayah Utara dan Banten Selatan. Menurutnya, keseimbangan seperti itu sangatlah penting di Pilgub Banten ini.
“Banten ini harus saling melengkapi antara Tangerang Raya dan Serang Raya, seperti pada Pilgub 2019 lalu misalnya duet antara Wahidin Halim (WH) di Tangerang Raya dan Andika Hazrumy di Serang Raya,” katanya.
Tentang pasangan Airin, Adib menuturkan, Airin membutuhkan pasangan yang dapat menjadi tour guide antara Banten Selatan dan Utara guna menghadapi kutub Arief-Dimyati. Sebab, kehadiran Arief sendiri pada Pilgub Banten ini akan menggores elektoral dari Airin. Tentunya tour guide itu terlepas dari sosoknya apakah dari politisi maupun birokrat.
“Gandengan Airin itu harus tour guide terkuat yang jadi prioritas utama, entah dia politisi atau birokrat. Karena Airin kuat di Tangerang Raya, maka tour guide nya harus dari Serang Raya. Karena untuk melawan kutub kutub politik baru yang diciptakan Arief, Airin harus mencari tokoh yang dapat menutup celahnya,” ungkapnya.
Jika politisi, ia memandang terdapat dua tokoh yang bisa mengisi celah Airin, yakni polisitisi NasDem sekaligus Caleg terpilih DPR RI dapil Banten II Furtasan Ali Yusuf, dan juga Ketua DPD PDIP Banten Ade Sumardi.
“Dari birokrat banyak juga, tapi kebanyakan jug dari irisan Tangerang. Sementara, Al Muktabar (Pj Gubernur Banten,-red) itu ibaratkan sepakbola antar kampung, dia (Al Muktabar) cuma pemain cabutan,” tuturnya.
“Maka blunder rasanya kalau gandeng Al Muktabar,” sambungnya.
Hal yang sama dikatakan pengamat politik dan kebijakan publik Ahmad Sururi. Katanya, Airin sendiri kini bukan tokoh sentral pada Pilgub Banten ini sebab kini sudah bermunculan tokoh lainnya seperti Arief R Wismansyah, Rano Karno, Achmad Dimyati Natakusumah, Andra Soni, juga Ratu Ageng Rekawati.
“Pemetaan paslon mulai dinamis, jika beberapa waktu yang lalu Airin menjadi sosok sentral Pilgub maka saat ini mulai muncul beberapa nama potensial yang dapat menjadi opsi bagi masyarakat Banten untuk memilih seperti Arif, Dimyati dan Andra Soni,” sebutnya.
Katanya, peta kekuatan Parpol masih berada pada Parpol yang settle seperti Golkar, Demokrat, PKS, Gerindra dan PDIP. Meski demikian, menurutnya Pilkada Banten nanti akan berlangsung menarik.
“Masuknya beberapa nama selain Airin, WH dan Rano menjadi babak baru dan penting Pilkada Banten 2024 dan ini pastinya membuat peta persaingan semakin menarik,” pungkas akademisi Untirta ini. (*)
Editor: Agus Priwandono











