SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengamat politik dan kebijakan publik dari Komunikolog Politik & Hukum Nasional Tamil Selvan menilai bukan figur yang dicari oleh masyarakat Banten pada kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten tahun ini.
Alih-alih figure, masyarakat Banten justru mencari kandidat Bakal Calon Gubernur Banten yang berprestasi.
Kontestasi Pilgub Banten tinggal hitungan bulan lagi, lobi-lobi politik pun terus dilakukan oleh sejumlah kadidat guna meraup dukungan dari partai politik maupun elemen masyarakat lainnya. Seperti yang diketahui, untuk bertarung di Pilgub Banten, para kadidat harus memiliki tiket berupa 20 kursi di DPRD Banten.
Sejauh ini, baru terdapat beberapa kandidat yang sudah mendapatkan tiket dari partainya masing-masing walaupun belum bulat 20 kursi, seperti Achmad Dimyati Natakusumah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 13 kursi, Mantan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dari partai Golkar dengan 14 kursi, dan Ketua DPRD Banten Andra Soni dari Gerindra dengan 14 kursi.
Sementara, kandidat lainnya seperti Mantan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Iti Octavia Jayabaya, lalu Rano Karno, dan Ade Sumardi belum mengantongi restu dari partainya masing-masing baik itu dari Demokrat dan PDI Perjuangan.
Tamil mengatakan, Pilgub Banten 2024 ini akan sangat menarik dengan hadirnya beberapa tokoh tersebut. Ia menilai bahwa kontestasi nanti bukan lagi tentang figur seorang kandidat, namun tentang prestasi dari kandidat tersebut.
“Kita lihat ada beberapa kandidat yang mereka merupakan mantan kepala daerah, seperti Airin, Arief, Dimyati, Rano Karno dan juga Wahidin Halim. Nah masyarakat Banten ini sekarang bukan lagi melihat figur, namun melihat dari prestasinya,” kata Tamil kepada Radar Banten, Selasa 11 Juni 2024.
“Masyarakat Banten cenderung cari Gubernur yang berprestasi, dengan melihat torehan prestasi dari jabatan sebelumnya,” sambungnya.
Tamil mengatakan, gimik politik kini tidak lagi menarik bagi masyarakat Banten, sebab masyarakat Banten secara makro membutuhkan pendekatan yang berbeda yakni dengan torehan prestasi dari para kandidat.
Selain itu, masyarakat juga ingin kandidat bakal calon Gubernur Banten nanti merupakan kandidat yang memiliki hubungan dekat dengan Pemerintah Pusat. Katanya, hal tersebut perlu guna memastikan adanya keberpihakan Pemerintah Pusat kepada pembangunan di Banten.
“Masyarakat kita tidak bisa diiming-imingi dengan janji-janji palsu, mereka pada Pilgub ini akan memilih calon yang dianggap bisa bersinegri dengan Pemerintah disekitarnya seperti DKI Jakarta yang kini jadi pusat perekonomian untuk menyinergikan pembangunan di Banten,” katanya.
Menurutnya, terdapat empat partai yang memiliki kekuatan besar di Pilgub Banten ini yakni Golkar, PDIP, Gerindra dan PKS. Tentunya, untuk memenangkan kontestasi Pilgub Banten nanti, keempat partai ini harus bisa memilih kader juga partai koalisi yang tepat agar dapat meraup suara dari warga Banten. Tentu, kader yang dimajukan ialah kader terbaik dengan banyak prestasinya.
“Saya lihat di Pilgub ini ada dua bintang yaitu Airin dan Arief. Airin dengan prestasinya di Tangsel dan Arief di Kota Tangerang, keduanya memiliki prestasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Beda dengan Rano Karno maupun Wahidin Halim yang menurut saya sudah bukan lagi masa mereka,” ujar Kang Tamil sapaan akrabnya.
Baik Airin maupun Arief memiliki ceruk yang kuat di daerah Tangerang Raya. Keduanya pun berpotensi untuk saling merangkul atau bahkan head to head. Jika head to head, keduanya akan saling menarik kekuatan suara di wilayah Tangerang, sehingga keduanya akan sangat pas jika mendapatkan support dari partai-partai tadi.
“Basis pemilih mereka sudah jelas, tinggal bagaimana meng highlight prestasi-prestasi juga egosentris mereka. Keduanya harus menerima realita politik daerah dan nasional, juga saling timbang menimbang isi tas. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa Pilgub ini memerlukan isi tas yang tidak sedikit,” ungkapnya.
Ia berpendapat, Gerindra juga pada Pilgub Banten ini akan memainkan sebagai kunci karena melihat kekuatannya di Pemerintah Pusat. Katanya, baik Arief maupun Airin akan menjadi kekuatan utama jika berhasil meraup dukungan dari Gerindra.
“Yang paling memumpuni itu Airin dengan Andra Soni sebagai Gerindra yang mana keduanya memiliki hubungan istimewa dengan Pemerintah Pusat. Namun, Arief jika didukung oleh Gerindra juga maka akan jadi kekuatan yang sempurna,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











