TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Sinarmas Land membuat program permainan tradisional untuk anak yang diberi nama Kampung Dolanan Khatulistiwa (Kado Kita). Program ini bertujuan untuk mencegah ketergantungan anak pada gadget dengan mengalihkan perhatian ke permainan tradisional.
Managing Director President Office Sinarmas Land, Dony Martadisata mengatakan, program Kado Kita mengusung tagline Bermain Gembira, dilaksanakan bersama warga pegiat komunitas Kelompok Wanita Tangguh dan Berseri atau Mpok Wati, yang berlokasi di Kampung Dadap, Rawa Buntu, Kota Tangsel.
“Program Kado Kita merupakan salah satu upaya kami untuk melestarikan budaya Indonesia melalui permainan tradisional, dan mencegah anak ketergantungan pada gadget,” ujar Dony, Rabu 12 Juni 2024.
Menurut Dony, penelitian dari State of Mobile 2024 yang dirilis oleh Data AI menunjukkan, warga Indonesia menjadi pengguna paling lama di dunia yang menghabiskan waktu dengan smartphone dan tablet pada lebih dari 6 jam setiap hari.
Sementara Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 menunjukkan, lebih dari sepertiga anak usia dini di Indonesia sudah biasa menggunakan gawai dan mengakses internet, bahkan dalam sejumlah kasus sudah pada tahap kecanduan gadget.
Dony mengatakan, Kado Kita terbuka untuk umum, dimana pengunjung bisa datang setiap hari pada jam operasional pukul 08.00 – 16.00 WIB.
Tak kurang dari 20 jenis permainan tradisional tersedia, di antaranya adalah egrang, gasing, holahop, panahan, ular tangga jumbo, bakiak panjang, congklak, lompat bambu, dan beragam jenis mainan lain yang dapat memperkuat karakter positif anak.
Sementara itu Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan yang menyempatkan berkunjung ke lokasi pada 26 Mei 2024 mengapresiasi upaya Sinarmas Land menghadirkan program bermain untuk anak.
“Kita tahu bahwa permainan tradisional dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyenangkan. Di tengah gempuran teknologi dan maraknya kasus anak kecanduan gawai, permainan tradisional juga dapat mendorong anak untuk bergerak, menyusun strategi, bekerja sama, dan berempati terhadap sesama,” ujar Pilar.
“Semoga kehadiran konsep tematik Kampung Dadap dapat menginspirasi kampung lain di Tangerang Selatan untuk mengembangkan kawasannya sebagai destinasi wisata unggulan,” tambah Pilar.
Editor: Abdul Rozak










