SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah pedagang yang berjualan di bahu jalan di Pasar Ciherang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang memilih untuk tetap bertahan di lapak mereka.
Para pedagang mengaku bingung harus berjualan dimana apabila dilakukan pembongkaran oleh Pemkab Serang. Rencana pemongkaran dilakukan karena mereka berjualan di bahu jalan sehingga kerap menimbulkan kemacetan.
Pantauan di lokasi, terlihat ada banyak pedagang yang masih berjualan di lapak mereka yang berada tepat di bahu jalan, di samping situ Ciherang. Terlihat pula pada sore sekitar pukul 17.00 WIB, ada beberapa lapak yang sudah tutup.
Selain lapak-lapak yang tutup, terpantau pula ada beberapa lapak yang terlihat seperti sudah lama tidak ditempati. Itu terlihat dari kondisi lapak yang sudah tidak terurus dan kotor. Selain itu, tidak ada terpal yang menutupi lapak mereka.
Seorang pedagang, Jaja mengaku, sudah mendapatkan surat peringatan dari Satpol PP Kabupaten Serang mengenai rencana pembongkaran yang akan dilakukan.
“Ada pemberitahuan dari pemerintah mau dibongkar, di surat tanggal 23 harus dibereskan,” katanya saat ditemui di lapaknya, Selasa 9 Juli 2024.
Kendati telah mendapatkan surat peringatan, pihaknya mengaku terpaksa tetap berjualan di lokasi tersebut lantaran tidak memiliki pilihan lain. Ia merasa bingung harus pindah ke mana lagi untuk berjualan karena untuk lokasi di dalam pasar Ciherang seluruh lapak sudah penuh.
“Kalau misalkan kita menerima saja nanti mata pencaharian kita mau dimana lagi paling kaya gini di pasar kalau nanti digusur kan kasian nanti anak kita mau makan apa,” tegasnya.
Ia mengaku sudah berjualan di lokasi tersebut sejak tahun 2022. Ia pun berharap nantinya ada solusi dari pemerintah, dimana bukan hanya melakukan penggusuran, tetapi juga menyiapkan lokasi lain agar para pedagang bisa tetap berjualan.
“Harapan ke pemerintah daerah ya mohon jangan dibongkar gitu kasihan, kalau ada pembongkaran kasihan banyak yang pengangguran, soalnya kan banyak yang butuh untuk makan anak sehari hari, kalau misalkan ada pembongkaran sekarang nyari usaha susah kalaupun ini kan katanya mau dibikin taman, tapi tetep jadinya banyak yang pengangguran,” pungkasnya. (*)
Editor: Abdul Rozak











