PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Pandeglang yang terdiri dari 35 kecamatan ini, belum sepenuhnya mendapat layanan pengangkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang.
Pasalnya, keterbatasan sarana dan prasarana dalam memberikan pelayanan angkut sampah, saat ini masih terbatas.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang, Winarno menyatakan saat ini pihaknya hanya mampu melayani pengangkutan sampah di 18 dari 35 kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang.
“Dari keseluruhan armada kita saat ini baru mampu melayani 18 kecamatan dari 35 kecamatan yang ada di Pandeglang. Kita menggunakan truk, amrol, dan pickup untuk pengangkutan,” ungkapnya, Kamis 18 Juli 2024.
Ketika ditanya mengenai persentase armada yang tersedia, Winarno tidak memberikan angka pasti. Namun, ia menekankan pentingnya setiap RW di seluruh desa atau kelurahan di Kabupaten Pandeglang memiliki tempat penampungan sementara (TPS) dan gerobak motor untuk memudahkan pengangkutan sampah.
“Idealnya satu RW satu TPS dan satu gerobak motor. Pemerintah desa bisa menganggarkan pembelian roda tiga dan bak penampungan sementara,” tuturnya.
Winarno juga mengungkapkan bahwa dua armada truk pengangkut sampah mengalami kerusakan dan tidak bisa beroperasi.
“Oh, kalau rusak sih hanya dua. Hampir semuanya jalan karena kita ada pemeliharaan, hanya satu aki yang mengalami kerusakan,” jelasnya.
Menurutnya, untuk mengoptimalkan retribusi sampah, diperlukan jadwal pengangkutan yang lebih besar. Pihaknya memastikan bahwa kendaraan pengangkut sampah bisa beroperasi untuk melayani permukiman warga.
“Sisa armada yang ada beroperasi seperti biasa. Setiap tahun, jumlah wajib retribusi terus meningkat, sehingga membutuhkan jadwal pengangkutan yang lebih besar. Di Desa Teluk, misalnya, mereka sudah mencapai 100 persen wajib retribusi,” tuturnya.
Winarno menyebutkan bahwa pada akhir tahun 2023, DLH Pandeglang menambah empat unit armada untuk melayani pengangkutan sampah di wilayah Pandeglang.
“Setiap tahun, kami melakukan pembelian dan pengadaan melalui APBD maupun DAK. Pada akhir tahun 2023, kami juga mengadakan satu unit alat berat buldozer untuk mendorong sampah,” jelasnya.
Winarno menambahkan, sampah dari 18 kecamatan tersebut diangkut dan dibawa ke TPA Bangkonol serta TPA Bojong Canar.
“Wajib retribusi yang berlangganan dengan DLH tercatat sekitar 7.000 pelanggan, mencakup sampah sekolah, sampah rumah tangga, dan lainnya,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











