LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Viral video siswa-siswi di SDN 1 Parungpanjang di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, melakukan aksi mogok belajar. Aksi mereka karena Kepala SDN 1 Parungpanjang dituding menggelapkan tabungan siswa.
Berdasarkan video yang diterima RADARBANTEN.CO.ID, seseorang tengah bertanya kepada guru-guru di SDN 1 Parungpanjang yang tengah duduk di gazebo dan tidak melakukan kegiatan pembelajaran.
“Ini pada kosong begini, yang sekolah pada enggak ada, ini kan bukan hari libur ya. Kenapa enggak ada yang sekolah apa alasannya? Apa diliburkan atau ada acara yang lain?” tanya seseorang dalam video viral itu.
Mogok belajar itu karena ada dugaan Kepala SDN 1 Parungpanjang dituding menggunakan uang tabungan siswa yang dikelola sekolah sebesar Rp 82.800.000, karena saat mau dibagikan kepada orang tua siswa, uang tersebut tidak ada.
Menanggapi kejadian tersebut, Musa Weliansyah, Anggota Komisi III DPRD Lebak, menyatakan bahwa kejadian tersebut berawal dari tudingan kepada
Kepala SDN 1 Parungpanjang yang diduga menggelapkan tabungan siswa.
“Jadi berawal dari penggelapan uang tabungan siswa, kemudian kepala sekolah menyatakan pengunduran diri, dan wali murid juga sudah menyatakan penolakan, tetapi sampai dengan hari ini belum ada tindakan serius dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak,” kata Musa kepada wartawan, Senin, 22 Juli 2024.
Ia menjelaskan, sebenarnya kejadian tersebut sudah diketahui oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, namun menurutnya hingga saat ini belum ada tindakan.
“Harusnya segera mengambil tindakan, jangan sampai persoalan ini makin berlarut. Apalagi sampe terjadi mogok belajar bagi siswa. Jadi SD ini sangat mengerikan sekali dan memalukan sekali,” tandasnya.
Sementara itu, terkait permasalahan tersebut, Hadi Mulya Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikna Kabupaten Lebak, mengatakan bahwa pihaknya saat ini sudah melakukan pemanggilan kepada oknum kepsek yang bersangkutan.
“Jadi video mogok sekolah itu hari ini, sebenarnya persoalan tabungannya udah beres. Entah kenapa ini akhirnya ramai lagi. Jadi terkait hal itu, sedang kita dalami,” ujarnya.
Ia menyebutkan, bahwa pihaknya sudah bergerak cepat dan KBM di SDN 1 Parungpanjang akan berjalan normal kembali.
“Jadi kami sudah bergerak dan diskusi, KBM akan berjalan kembali besok Selasa (23/7), jangan sampai nanti akan yang dirugikan,” ucapnya.
Hadi menuturkan, terkait permasalahan oknum kepsek tersebut sudah ditangani oleh bidang kepegawaian Disdik Lebak dan Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lebak.
“Jadi sekarang sudah ditangani, oknum sudah dipanggil oleh Bidang Kepegawaian dan BKPSDM Lebak. Saat ini sedang dalam penanganan,” ungkapnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











