SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) sekaligus salah satu tokoh masyarakat Banten, Embay Mulya Syarief, menanggapi dinamika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2024. Ia berharap, pesta demokrasi lima tahunan warga Banten itu tidak dibumbui dengan adanya kotak kosong.
Ia mengatakan, manusia merupakan makhluk yang bermartabat, sehingga tidak patut jika berhadapan dengan suatu benda, dalam hal ini kotak kosong.
“Diharapkan dari kualitas demokrasi yang meningkat ini akan menghasilkan pemimpin juga yang berkualitas, makin baik. Kemudian jangan sampai saja ada Pilkada baik Gubernur atau Walikota maupun Bupati yang tidak ada calonnya,” kata Embay saat ditemui di Kota Serang, Senin, 22 Juli 2024.
Jika melawan kotak kosong, menurutnya, itu membuat calon yang akan maju nanti menjadi tidak bermartabat.
“Jangan sampai si calon itu dibuat tidak bermanfaat, karena tidak bertanding dengan sesama manusia biasanya,” katanya.
Apalagi jika calon itu kalah dari kotak kosong, tentunya akan menjadi catatan keras bagi demokrasi di Tanah Jawara ini. Dikatakannya, partai politik saat ini memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan pengkaderan juga melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Jika terdapat kotak kosong, maka fungsi itu diragukan berjalan dengan baik.
“Di Cilegon pernah, dulu ada calon yang tidak dapat partai. Nah semoga itu tidak terjadi lagi, karena bagaimanapun calon yang akan maju merupakan orang baik yang ingin memajukan daerah,” ungkapnya.
Embay yang pernah menjadi calon Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022 ini berharap, Pilkada nanti akan memunculkan calon-calon kepala daerah yang memiliki potensi dan pemikiran untuk memajukan Banten.
“Saya netral ya, siapa pun calon-calon itu saya anggap calon-calon yang baik. Mereka punya prestasi masing-masing. Dan padaprosesnya, jangan sampai orang-orang yang terbaik ini menjadi tidak kurang bermartabat karena diadunya dengan kosong,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











