SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Ada yang menarik dalam rangkaian peringatan HUT Republik Indonesia (RI) ke 79 tahun di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
Tokoh masyarakat Banten yang juga Ketua Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Embay Mulya Syarief, bekerjasama Muspika Kecamatan Padarincang, akan menggelar kegiatan Sangga Nagara Festival, yang akan dilaksanakan mulai tanggal 10 hingga 17 Agustus 2024.
Ada sejumlah acara yang akan dilaksanakan, mulai dari carnaval pertanian, penampilan kesenian tradisional pertanian, bazar pertanian, launching kopi lokal padarincang, hingga kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pertanian.
Sangga Nagara Festival sendiri mengusung semangat untuk mengangkat isu-isu pertanian dan membangkitkan semangat pemuda di Kabupaten Serang agar mereka mau bertani. Pihaknya ingin memotivasi para pemuda agar mau bergelut di dunia pertanian.
“Padarincang itu daerah pertanian yang subur, tapi kondisi petaninya mengkhawatirkan. Saya tidak pernah melihat sekarang anak muda menjadi petani, mayoritas yang terlihat justru yang menjadi petani adalah orang-orang yang berusia sudah tua,” katanya saat ditemui di kediamannya, Rabu 24 Juli 2024.
Menurutnya, hal tersebut apabila terus dibiarkan akan menjadi bencana. Pasalnya, apabila tidak ada regenerasi, lama kelamaan tidak ada lagi yang mau menjadi petani. Padahal, produk-produk pertanian merupakan harta karun bagi manusia, karena manusia tidak dapat hidup tanpa adanya makanan.
“Apalagi saat ini pertumbuhan penduduk dan lahan pertanian berbanding terbalik. Manusia terus bertambah, lahan terus berkurang kan. Gimana nanti ketahanan pangan kita kalau para pemuda tidak mau terjun ke pertanian, mungkin karena dianggap tidak memberikan harapan,” tegasnya.
Untuk itu, melalui Sangga Nagara Festival, pihaknya berupaya untuk meyakinkan kembali para generasi muda mengenai potensi pertanian yang sangat besar apabila digali dengan serius.
“Kita ingin memotivasi para pemuda agar mau terjun di dunia pertanian, kita tampilkan dengan gemerlap selama satu minggu. Pemuda jangan mau jadi pekerja kantoran atau jadi pegawai pabrik,” tegasnya.
Ia pun mengambil contoh betapa besarnya prospek bisnis pertanian saat ini. Seperti halnya saat Pandemi Covid-19 melanda, dimana banyak sekali industri yang gulung tikar.
“Industri cepat pertumbuhannya tapi rapuh. Selama pandemi kemarin yang tetap eksis kan pertanian. Kalau pertanian berhenti, kelaparan semua orang,” pungkasnya.
Ia pun berharap agar adanya perhatian dari pemerintah kepada para petani. Hal itu agar kian memotivasi pemuda untuk bergelut di pertanian. “Kita lihat Thailand, ada banyak prodak unggulan, mulai dari durian Bangkok dan lain sebagainya, meka padahal belajarnya ke kita. Itu terjadi karena pemerintahnya turun,” pungkasnya. (*)
Editor : Merwanda











