SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-RW 04 Kampung Dukuh, Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam pelaksanaan kampung iklim tahun 2024.
Desa Margagiri beserta 54 lingkungan lainnya berhasil mendapatkan trophy utama pada kampung iklim 2024.
Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda pada DLH Kabupaten Serang, Muas Sisul Haq mengatakan, ada empat kategori di dalam lomba kampung iklim 2024 mulai dari pratama, madya, lalu utama dan terakhir lestari.
Pencapaian Desa Margagiri pada kategori utama trophy merupakan pencapaian tertinggi bagi para peserta yang baru mendaftarkan diri pada lomba kampung iklim. Karena untuk kategori lestari ada persyaratan khusus yang tidak bisa terpenuhi oleh para peserta baru.
“Untuk lestari dia sudah membina 10 kelompok iklim dan sudah mencapai 5 tahun. Sebenarnya untuk yang baru daftar yang tertinggi ya trophy ini,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat 2 Agustus 2024.
Ia menjelaskan, untuk kategori utama terbagi ke dalam dua aspek yakni utama dan trophy utama. Untuk trophy utama yang didapat oleh lingkungan yang menjadi juara umum LKBA 2024 tersebut memiliki suatu kelebihan.
“Kelebihan Margagiri ini dia adalah lingkungan yang ada di tengah-tengah kawasan industri dan pertambangan, tapi mampu menjaga lingkungan dan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat menjaga lingkungan,” tegasnya.
Muas mengatakan jika ini merupakan pencapaian tertinggi kabupaten serang selama mereka mengikuti program kampung iklim sejak tahun 2021. “Bahkan untuki Banten bagian barat baru di kita saja. Ini yang pertama untuk yang trophy,” tegasnya.
Nantinya, untuk penyerahan trophy akan diserahkan pada tanggal 9 Agustus 2024 olen menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) Siti Nurbaya Bakar.
Lebih lanjut ia berharap Kampung Dukuh dapat membina lingkungan lainnya sehingga di tahun depan mereka bisa didaftarkan pada lomba kampung iklim. Hal ini dilakukan agar nantinya lingkungan RW 04 ini bisa ikut kembali untuk meraih predikat Lestrari.
“Untuk Margagiri akan kita dorong supaya menjadi lestari. Untuk itu Margagiri harus membina RW lainnya. Di sana kan ada 5 RW yang belum di bina, sehingga bisa mengikuti penilaian di tahun berikutnya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











