LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Bus Roadshow Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kabupaten Lebak. Kedatangan rombongan KPK ke Lebak untuk menggelar kegiatan Bus Roadshow Antikorupsi yang dimulai dari 22-25 Agustus 2024.
Dalam lawatanya ke Lebak, KPK mengajak ke para pemilik hak suara di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lebak 2024 untuk menentukan pilihannya kepada calon kepala daerah yang memiliki rekam jejak yang baik.
“Tanggal 27 November kan kita ada pemilihan kepala daerah serentak se Indonesia. Ininya kepada masyarakat Lebak pilih pemimpin yang memiliki rekam jejak yang baik, program yang baik juga,” kata Kepala Satgas Kampanye Antikorupsi KPK, Dian Rahmawati, kepada wartawan, Selasa 20 Agustus 2024.
Dian juga menegaskan ke masyarakat Kabupaten Lebak untuk memastikan bahwa calon pemimpin yang dipilih memiliki integritas. Dia meminta agar masyarakat tidak terpengaruh politik uang.
“Jadi kita bagaimana memilih pemimpin yang berintegras, jangan sampai pemimpin yang kita pilih penuh intrik-intrik money politic. Ya ujung-ujung tidak bisa menyejahterakan daerah nya, justru jadi koruptor yang merugikan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, terkait statusnya yang merupakan mantan napi korupsi, Amir Hamzah sendiri sudah pernah memberikan penjelasan versinya sendiri. Amir menegaskan bahwa dirinya memiliki hak untuk mencalonkan atau dicalonkan sebagai wakil bupati. Terlebih, ia juga menyebut bahwa dirinya sudah keluar dari penjara lebih dari 5 tahun, tepatnya 5 tahun 7 bulan.
“Saya sudah keluar 5 tahun 7 bulan. Kalo belum 5 tahun tidak bisa. Tidak mungkin pak JB (Mulyadi Jayabaya) memilih saya jika akan membuat beliau terhambat,” tutur Amir.
Bahkan, ia juga mengklaim bahwa ia memiliki elektabilitas yang cukup tinggi. Terlebih jika digabungkan dengan sosok Hasbi Jayabaya.
Hal tersebut menurutnya sudah dikonfirmasi secara langsung, karena sebelumnya, ia turut memberikan sejumlah sosok yang awalnya diminta oleh Mulyadi Jayabaya untuk mendampingi Hasbi, termasuk di dalamnya adalah dirinya sendiri.
“Silahkan masyarakat yang menilai. Yang tau saya salah enggaknya hanya Allah. Apakah saya melakukan suap atau seperti apa, hanya saya yang tau. Makanya saya tenang aja,” tandasnya.
Editor : Merwanda











