PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Fitron Nur Ikhsan-Diana Jayabaya bersama ulama dan santri berziarah ke Makam Karomah Abuya Tb Abdul Halim, Kadupeusing, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang. Abuya Abdul Halim merupakan Bupati Pandeglang pertama dari kalangan ulama.
Fitron-Diana berziarah bersama ulama dan santri serta ratusan warga Kabupaten Pandeglang yang dipimpin oleh KH Ocep Sounhaji.
Saat berziarah Fitron mengenakan peci hitam dan kemeja putih sementara Diana mengenakan kerudung warna biru dan gamis warna hitam. Setelah berziarah, Fitron-Diana melanjutkan perjalanannya sowan ke Abuya Muhtadi, Cidahu, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.
Bakal Calon Bupati Pandeglang Fitron Nur Ikhsan mengatakan, ini adalah Minggu, menjelang pendaftaran ke KPU Pandeglang.
“Kami bersama Kang Ocep, para Kyai dan Pak Haji Dedi, ingin memulai langkah dengan langkah apa yang menjadi spirit perjuangan kami menyalonkan diri menjadi Bupati Pandeglang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Makam Karomah Abuya Tb Abdul Halim di Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang.
Fitron menjelaskan, dalam Hal ini melalui nasehat, masukan, daripada para Kyai. Bahwa agenda terpentingnya adalah mengembalikan marwah Kabupaten Pandeglang sebagai kota Ulama dan Kota Santri.
“Oleh sebab itu maka kami mendapatkan banyak sekali nasehat, petuah yang kita ingin memulai langkahnya yang terbaik. Hari ini, kita ingin menimba kearifan dari Abuya KH Tb Abdul Halim, Bupati Pertama kita,” katanya.
Fitron mengungkapkan, perjuangan Abuya Tb Abdul Halim sebagai Bupati Pandeglang pertama dari kalangan ulama.
“Kita semua sudah baca sejarahnya, tantangan beliau adalah distrust, bahwa tantangan menegakan kota santri dan kota ulama itu untuk mewujudkan Pandeglang yang Islami itu tidak mudah. Dan spirit itu yang hari ini kita pelajari,” katanya.
Fitron menegaskan, semangat itu yang hari ini Fitron-Diana mulai dan memang tantangan dan harapan Kabupaten Pandeglang ini luar biasa. Hanya dengan mengembalikan thoriqoh ngaji dan mengembalikan marwah Pandeglang sebagai kota ulama dan kota santri.
“Insya Allah akan ada perubahan di Pandeglang. Setelah kita memperbaiki langkah, hari ini kita memperbaiki langkah kami,” katanya.
Fitron-Diana ingin langkahnya benar, cara-caranya benar.
“Kami ingin memulai menang bukan hanya sekedar menang, tapi menang dengan cara yang baik. Kita ingin melawan penekanan, kita ingin melawan intimidasi, kita ingin melawan ancaman, maka melawannya tidak harus mengintimidasi dan tidak harus mengancam balik, lawannya adalah sesuatu dengan cara yang baik, insya Allah kami menang,” katanya.
Fitron menerangkan, terkait kesiapan menjelang pendaftaran sudah menyelesaikan administrasi sejak jauh-jauh hari. Maka hari ini, dirinya ingin mengisi ruqyah dan batiniah.
Fitron-Diana, ingin dibantu oleh para ulama dan santri karena ini perjuangannya tidak mudah. Bukan hanya sekadar menang.
“Harapan masyarakat luar biasa, Pandeglang ini ingin berubah kalau tidak diisi batinnya bukan hanya menang tujuan kami. Tapi bagaimana bisa membawa harapan masyarakat untuk membuat perubahan di Pandeglang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi












