SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dari 1.180 tempat wisata di Banten, 30 persen lebih berpotensi mengalami bencana alam.
Berdasarkan inventarisasi Dinas Pariwisata Provinsi Banten, ada tiga potensi bencana di daerah wisata Banten, yakni tsunami, gempa, dan letusan Gunung Anak Krakatau.
Kepala Dispar Provinsi Banten, Alhamidi, mengatakan, Banten mengandalkan sepadan pantai sebagai tempat wisata.
“Ada 500,34 kilometer sepadan pantai. Dan tempat itu sebagai besar menjadi objek wisata. Jadi bisa lebih 30 persen,” ujar Alhamidi saat Temu Media Komitmen Pengembangan Pariwisata Digital Menuju Indonesia Emas 2045 di kantor Dispar Provinsi Banten, KP3B, Rabu, 28 Agustus 2024.
Untuk potensi gempa bumi, ia mengungkapkan, daerah yang berpotensi adalah Sumur, Kabupaten Pandeglang.
Selama Juni 2024 saja, ada 51 kali gempa.
“Gunung Anak Krakatau juga membaik,” tuturnya.
Kata dia, pihaknya sudah menyiapkan standar operasional apabila terjadi bencana di daerah wisata. Pihaknya juga menggandeng Balawista apabila terjadi bencana.
“Mereka juga sudah menyiapkan tempat evakuasi. Di masing-masing daerah wisata sudah ada tempat evakuasi. Kalau di Carita, ada di dua titik,” ujarnya.
Secara keseluruhan, ia mengaku belum menyosialisasikan mitigasi bencana kepada seluruh pengelola daerah wisata di Banten.
“Harus bersama-sama, semua stakeholder harus terlibat. Gerakan itu harus massif,” tuturnya.
Alhamidi menuturkan, selain melakukan mitigasi bencana, pihaknya juga berharap seluruh masyarakat Banten untuk berdoa agar tak terjadi bencana besar di Tanah Jawara ini.
Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan dan Protokol Setda Provinsi Banten, Beni Ismail, mengatakan, wisata yang ada di Banten sangat berdampak terhadap PAD. Sehingga. bisa melaksanakan pembangunan sesuai dengan yang direncanakan.
“Banten berupaya menerapkan wisata berkelanjutan dengan mengutamakan kelestarian lingkungan dan keterlibatan masyarakat,” tutur Beni. (*)
Editor: Agus Priwandono











