PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang meminta pemerintah daerah segera membenahi akses menuju kawasan wisata.
Permintaan itu disampaikan menyusul lonjakan kunjungan wisatawan saat libur Lebaran 2026 yang masih dibayangi persoalan kemacetan.
Ketua PHRI Pandeglang, Widiasmanto mengatakan, kemacetan menuju kawasan wisata masih menjadi persoalan klasik yang terus berulang setiap musim liburan. Menurutnya, kondisi itu paling terasa di jalur menuju kawasan Carita, perbatasan Anyer, hingga Tanjung Lesung.
“Pandeglang ini memang dari dulu persoalannya macet. Jalur alternatif, pelebaran jalan, itu menurut saya masih perlu perhatian serius,” kata Widiasmanto saat dihubungi, Jumat 27 Maret 2026.
Ia menilai, tingginya minat wisatawan untuk berlibur ke kawasan pantai di Pandeglang belum sepenuhnya didukung infrastruktur jalan yang memadai. Padatnya arus kendaraan saat musim liburan dinilai berdampak langsung terhadap kenyamanan wisatawan.
Menurut Widiasmanto, persoalan akses jalan tidak bisa dianggap sepele. Sebab, perjalanan yang terlalu lama dan tersendat menuju lokasi wisata dikhawatirkan dapat memengaruhi pengalaman wisatawan selama berlibur.
“Kalau perjalanan ke tempat wisata terlalu lama karena macet, tentu itu bisa memengaruhi kenyamanan pengunjung. Ini harus jadi perhatian kalau kita ingin pariwisata terus tumbuh,” ujarnya.
PHRI memandang, perbaikan akses jalan menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata di Pandeglang. Apalagi, kunjungan wisatawan pada momentum libur panjang seperti Lebaran selalu mengalami peningkatan signifikan.
Selain pelebaran jalan dan penataan jalur alternatif, PHRI juga berharap proyek Tol Serang-Panimbang dapat segera terealisasi penuh. Kehadiran tol tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk mempercepat akses wisatawan, khususnya dari wilayah Jabodetabek.
“Kalau tol sudah maksimal berfungsi, itu akan sangat membantu wisatawan dari Jabodetabek. Jadi mereka punya opsi perjalanan yang lebih nyaman,” ucapnya.
Di sisi lain, PHRI menilai pasar wisata domestik masih sangat potensial untuk terus dikembangkan. Wisatawan asal Banten dan Jabodetabek disebut masih menjadi penyumbang utama kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Pandeglang.
Widiasmanto memperkirakan arus wisatawan pada libur Lebaran 2026 masih akan berlangsung hingga akhir Maret. Kondisi itu, menurutnya, menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk berwisata masih cukup tinggi.
“Kalau saya lihat, market wisata domestik ini besar sekali. Masyarakat sekarang menganggap liburan itu sudah jadi kebutuhan. Jadi meskipun sederhana, mereka tetap ingin berwisata,” tuturnya.
PHRI menilai, jika persoalan akses jalan, kemacetan, dan kenyamanan kawasan wisata dapat dibenahi, maka potensi pariwisata Pandeglang akan semakin besar. Dampaknya pun diyakini bisa mendorong peningkatan kunjungan sekaligus perputaran ekonomi daerah.
Editor Daru











