LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 125 siswa SD Negeri 1 Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, dikenalkan dengan batik Lebak.
Para siswa bersama wali kelas 4C Putri Fajriani mendatangi salah satu tempat produksi batik Lebak di Kota Rangkasbitung.
Kepala SDN 1 Rangkasbitung Barat Yadhi Supriyadi mengatakan, para siswa sangat antusias belajar membatik di Imah Batik Sahate di Jalan Abdi Negara Rangkasbitung. Di sana, mereka diajarkan tentang tata cara membatik dan dikenalkan dengan berbagai motif batik Lebak.
“Alhamdulillah, para siswa yang ikut ke Imah Batik Sahate cukup antusias. Mereka enggak hanya belajar teori, tapi langsung belajar membatik,” kata Yadhi kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa 3 September 2024.
Dikatakan Yadhi, ada beberapa motif batik Lebak yang dikenalkan kepada para siswa, diantaranya Angklung Buhun, Sawarna, Leuit Sijimat, dan Caluruk Saruntuy. Motif-motif tersebut diambil dari kekayaan ata potensi lokal yang ada di Lebak.
“Jadi, kita enggak hanya belajar teori seni rupa di ruang kelas. Tapi, kita bawa anak-anak belajar langsung dan melakukan pengamatan di lapangan. Ini akan sangat membantu anak-anak dalam memahami teori yang diajarkan di ruang kelas,” paparnya.
Yadhi berharap, kunjungan ke Imah Batik Sahate dapat meningkatkan pemahaman dan kecintaan anak-anak terhadap budaya dan produk lokal. Sehingga, ke depan mereka bisa menjadi corong bagi daerah dalam mempromosikan kebudayaan yang ada di Kabupaten Lebak.
“Kebudayaan lokal akan menjadi identitas masyarakat. Karena itu, kita harus jaga dan lestarikan kebudayaan daerah tersebut,” ungkapnya.
Dirga, salah seorang siswa SDN 1 Rangkasbitung Barat mengaku senang bisa belajar membatik di Imah Batik Sahate. “Seneng aja, belajar membatik sama temen-temen di sini,” katanya.
Editor: Mastur Huda











