slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Pandeglang

Ribuan Nelayan di Pandeglang Tolak Pembatasan BBM Bersubsidi

Purnama Irawan by Purnama Irawan
11-09-2024 13:40:57
in Pandeglang
Ribuan Nelayan di Pandeglang Tolak Pembatasan BBM Bersubsidi
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID Ribuan nelayan di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang menolak kebijakan pemerintah terkait pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi jenis solar maupun pertalite. Sebab dengan adanya pembatasan tersebut menyulitkan nelayan dalam mencari nafkah dari hasil menangkap ikan di laut.

Nelayan Labuan Epi berharap, tidak adanya pembatasan dalam pembelian BBM.

Baca Juga :

Lindungi Pekerja Konstruksi, Bupati Pandeglang bersama BPJS Ketenagakerjaan Gelar Monev

Macet Parah di Tol Jakarta–Merak Arah Jakarta, Mengular dari Cikupa hingga Tangerang

Jembatan Bailey Cimanggu Selesai Dipasang, Transportasi Warga Kembali Lancar

Gelombang Laut Tinggi, Sampah dan Kayu Gelondongan Menumpuk di Pesisir Teluk Labuan

“Kalau kami sebetulnya menolak adanya pembatasan pembelian BBM. Pengennya sih loss watt (tidak ada pembatasan) aja,” katanya kepada Radar Banten di SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan) di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 10 September 2024.

Epi menjelaskan, keinginan nelayan itu tidak ada pengaturan dalam pembelian BBM. Jadi diberikan sesuai kebutuhan nelayan.

“Kalau nelayan itu kebutuhan bahan bakarnya tidak menentu. Artinya dalam sehari itu fluktuatif tidak bisa ditakar semisal kereta api yang memang jarak tempuhnya tetap  maupun penggunaan genset yang diam di tempat,” katanya.

Nelayan itu, dalam seharinya bisa melebihi takaran dikarenakan bergantung kondisi cuaca. Kalau cuaca bagus maka BBM tidak akan tekor.

“Tapi ketika kondisi cuaca buruk maka penggunaan BBM akan tambah boros. Karena harus melawan arus ombak sehingga bisa lebih lama terombang ambing di laut-nya,” katanya.

Oleh karena itu, Epi berharap, kepada pemerintah untuk tidak mempersulit nelayan kecil. Berikan kemudahan agar dapat melaut dengan tenang tanpa harus dibebani kepikiran tidak dapat mendapatkan BBM bersubsidi.

“Kalau kita nelayan kecil pembelian dibatasi setiap bulannya. Ketika di pertengahan bulan habis jatahnya ya gak bisa beli lagi dan kalau beli ya bukan yang bersubsidi lagi,” katanya.

Jatah atau kuota nelayan dalam mendapatkan BBM ini bergantung dari besar kecilnya kapal. Kalau yang kecil itu perhari sekira 10-15 liter, dan kapal sedang itu antara 25-30 liter.

“Ya kalau nelayan itu yang penting jangan dipersulit apalagi dibatasi. Kalau kebutuhan nelayan kecil ya kan sudah terukur tidak akan lebih dari 50 liter dalam per hari,” katanya.

Anggota HNSI Kabupaten Pandeglang Ecep Rahmat mengatakan, pembatasan pembelian BBM nelayan itu sebetulnya ada baiknya.

“Karena memang khawatir salah sasaran. Namun memang saat ini, tidak semua nelayan menikmati BBM bersubsidi,” katanya.

Khususnya bagi nelayan kecil dan memang belum memiliki perizinan lengkap. Artinya mereka nelayan namun belum memiliki kartu nelayan.

“Dan ada yang memiliki kartu nelayan tetapi kapalnya belum terdaftar. Sehingga mereka inilah yang belum dapat menikmati BBM bersubsidi,” katanya.

BBM bersubsidi dapat dinikmati oleh nelayan yang kapalnya sudah memiliki izin atau Surat Tanda Kebangsaan Kapal dan NIB.

“Kalau sudah memiliki izin lengkap maka akan mendapatkan surat rekomendasi dari Dinas Perikanan untuk mendapatkan kuota pembelian BBM bersubsidi. Tapi bagi yang enggak punya ya terpaksa beli yang non subsidi,” katanya.

Dalam upaya memberikan rasa keadilan, Ecep mengungkapkan, kalau saat ini HNSI tengah melakukan pendataan ulang nelayan di seluruh Kabupaten Pandeglang. Pendataan dilakukan untuk mendapatkan data riil jumlah nelayan.

“Untuk kemudian diberikan KTA nelayan. Selanjutnya memproses penerbitan izin kapal atau perahu nelayan,” katanya.

Sementara ini, Ecep mengatakan, yang menjadi masalah itu proses perizinan penerbitan izin kapal itu yang menyita waktu. Kalau kapal berukuran sedang itu prosesnya bisa sampai lima bulan.

“Kemudian untuk memproses itu kan kalau nelayan daerah Cimanggu, Sumur, harus menempuh jarak jauh. Harus ke Labuan atau Binuangeun sementara itu kan perlu ongkos dan tidak selesai di hari itu sehingga memang harus ada upaya dari pemerintah dalam mempermudah nelayan,” katanya.

Nelayan membutuhkan kemudahan penerbitan izin kapal itu agar bisa menikmati BBM bersubsidi.

“Kalau sekarang, khusus nelayan Sumur, Cimanggu, itu beli BBM non subsidi sehingga biaya operasionalnya membengkak. Karena memang kapal kecil dan itu tadi  proses perizinannya memakan waktu,” katanya. 

Editor: Bayu Mulyana

Tags: bbm non subsidicimangguhnsiizin kapalkapal nelayankta nelayanLabuannelayan tolak pembatasan bbmpembatasan bbmsolar
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Dua Atlet Judo Lolos Final, Kans Emas dan Perak untuk Banten

Next Post

Pasca Panen, Petani di Lebakwangi Belum Mau Olah Tanah

Related Posts

Lindungi Pekerja Konstruksi, Bupati Pandeglang bersama BPJS Ketenagakerjaan Gelar Monev
Berita Utama

Lindungi Pekerja Konstruksi, Bupati Pandeglang bersama BPJS Ketenagakerjaan Gelar Monev

by Purnama Irawan
Rabu, 25 Februari 2026 20:07

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pandeglang Labuan bersama Pemerintah Daerah melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan program jasa...

Read moreDetails

Macet Parah di Tol Jakarta–Merak Arah Jakarta, Mengular dari Cikupa hingga Tangerang

Jembatan Bailey Cimanggu Selesai Dipasang, Transportasi Warga Kembali Lancar

Gelombang Laut Tinggi, Sampah dan Kayu Gelondongan Menumpuk di Pesisir Teluk Labuan

Viral! Gegara Jembatan Putus, Pelajar di Pandeglang Bertaruh Nyawa Sebrangi Sungai

Sebelum Bangun Pelabuhan di Pulau Popole, PT ASDP Lakukan Kajian Teknis dan Bisnis

Warga Rancapinang Demo BPN Pandeglang, Protes Soal Lahan yang Diduga Diklaim TNI AD

Hari Kedua, Pencarian ABK di Pandeglang Dihentikan Sementara, Besok Lanjut Lagi

Dikejar Waktu, Dihantam Arus: Tim SAR Masih Cari Suwito di Laut Pandeglang

ABK KM Nanjung Sari Belum Ditemukan, Pencarian di Laut Pandeglang Masuki Hari Kedua

Next Post
Pasca Panen, Petani di Lebakwangi Belum Mau Olah Tanah

Pasca Panen, Petani di Lebakwangi Belum Mau Olah Tanah

Menteri Investasi Rosan Tinjau Perkembangan Proyek Lotte

Menteri Investasi Rosan Tinjau Perkembangan Proyek Lotte

Beredar Video Kades di Rangkasbitung Diduga Kampanyekan Paslon di Pilkada Lebak

Beredar Video Kades di Rangkasbitung Diduga Kampanyekan Paslon di Pilkada Lebak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Mahasiswa Banten Dukung Gaji Guru Minimal Rp5 Juta, Dinilai Langkah Progresif Perbaiki Pendidikan

Mahasiswa Banten Dukung Gaji Guru Minimal Rp5 Juta, Dinilai Langkah Progresif Perbaiki Pendidikan

Kamis, 16 April 2026 11:22
Pansus Raperda Kebudayaan Cilegon Dibentuk, Rumah Musisi Dorong Penguatan Ekosistem Kreatif

Pansus Raperda Kebudayaan Cilegon Dibentuk, Rumah Musisi Dorong Penguatan Ekosistem Kreatif

Kamis, 16 April 2026 11:05
Pemprov Banten Ambil Alih Situ yang Dikuasai Pihak Ketiga, Percepat Penertiban Aset Daerah

Gali Potensi PAD, Pemprov Banten Bentuk UPT Pemanfaatan Aset Daerah

Kamis, 16 April 2026 11:01
Pemkab Lebak Minta Petani Optimalkan Produktivitas Pangan Lokal

Pemkab Lebak Minta Petani Optimalkan Produktivitas Pangan Lokal

Kamis, 16 April 2026 10:59
Pemprov Banten Ambil Alih Situ yang Dikuasai Pihak Ketiga, Percepat Penertiban Aset Daerah

Pemprov Banten Ambil Alih Situ yang Dikuasai Pihak Ketiga, Percepat Penertiban Aset Daerah

Kamis, 16 April 2026 10:15
Dramatis, Bayern Munchen Singkirkan Real Madrid dan Lolos ke Semifinal Liga Champions

Dramatis, Bayern Munchen Singkirkan Real Madrid dan Lolos ke Semifinal Liga Champions

Kamis, 16 April 2026 10:08
Mahasiswa Banten Dukung Gaji Guru Minimal Rp5 Juta, Dinilai Langkah Progresif Perbaiki Pendidikan

Mahasiswa Banten Dukung Gaji Guru Minimal Rp5 Juta, Dinilai Langkah Progresif Perbaiki Pendidikan

Kamis, 16 April 2026 11:22
Pansus Raperda Kebudayaan Cilegon Dibentuk, Rumah Musisi Dorong Penguatan Ekosistem Kreatif

Pansus Raperda Kebudayaan Cilegon Dibentuk, Rumah Musisi Dorong Penguatan Ekosistem Kreatif

Kamis, 16 April 2026 11:05
Pemprov Banten Ambil Alih Situ yang Dikuasai Pihak Ketiga, Percepat Penertiban Aset Daerah

Gali Potensi PAD, Pemprov Banten Bentuk UPT Pemanfaatan Aset Daerah

Kamis, 16 April 2026 11:01
Pemkab Lebak Minta Petani Optimalkan Produktivitas Pangan Lokal

Pemkab Lebak Minta Petani Optimalkan Produktivitas Pangan Lokal

Kamis, 16 April 2026 10:59
Pemprov Banten Ambil Alih Situ yang Dikuasai Pihak Ketiga, Percepat Penertiban Aset Daerah

Pemprov Banten Ambil Alih Situ yang Dikuasai Pihak Ketiga, Percepat Penertiban Aset Daerah

Kamis, 16 April 2026 10:15
Dramatis, Bayern Munchen Singkirkan Real Madrid dan Lolos ke Semifinal Liga Champions

Dramatis, Bayern Munchen Singkirkan Real Madrid dan Lolos ke Semifinal Liga Champions

Kamis, 16 April 2026 10:08

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Mahasiswa Banten Dukung Gaji Guru Minimal Rp5 Juta, Dinilai Langkah Progresif Perbaiki Pendidikan

Mahasiswa Banten Dukung Gaji Guru Minimal Rp5 Juta, Dinilai Langkah Progresif Perbaiki Pendidikan

by Mulyadi
Kamis, 16 April 2026 11:22

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wacana terkait kelayakan negara menggaji guru minimal Rp5 juta per bulan yang disampaikan Bonnie Triyana dinilai...

Pansus Raperda Kebudayaan Cilegon Dibentuk, Rumah Musisi Dorong Penguatan Ekosistem Kreatif

Pansus Raperda Kebudayaan Cilegon Dibentuk, Rumah Musisi Dorong Penguatan Ekosistem Kreatif

by Adam Fadillah
Kamis, 16 April 2026 11:05

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Rumah Musisi (RUMUS) Cilegon mengapresiasi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pemajuan Kebudayaan Daerah Kota...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak