PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry berencana membangun pelabuhan kapal feri di Pulau Popole, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Selain Pulau Popole, PT ASDP juga melirik tanah timbul di sekitar breakwater dekat PLTU Banten 2 Labuan sebagai alternatif lokasi.
Rencana pembangunan pelabuhan ini akan direalisasikan setelah kajian teknis dan bisnis selesai dilakukan oleh tim ahli dari PT ASDP.
Adapun tahap awal pembangunan, apabila hasil kajian memenuhi syarat, akan dimulai dengan pembangunan dermaga sementara untuk aktivitas bongkar muat barang dan penumpang.
Manajer Teknik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak, Johan Avianto, mengatakan pihaknya telah melakukan survei awal di dua lokasi tersebut.
“Pertama di Pulau Popole dan kedua di tanah timbul dekat breakwater. Kegiatan ini merupakan survei awal untuk melihat opsi pembangunan dermaga kapal feri di Pulau Popole,” kata Johan di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Senin, 13 Oktober 2025.
Johan menjelaskan, setelah survei dilakukan, pihaknya akan menilai beberapa opsi yang memungkinkan untuk pembangunan dermaga.
“Setiap pembangunan tentu harus melalui kajian teknis dan bisnis. Yang kami lakukan hari ini bagian dari pra-desain untuk kajian teknis,” ujarnya.
Ia menambahkan, kajian bisnis juga akan dilakukan untuk menilai kelayakan ekonomi proyek tersebut. “Hasil survei kali ini menghasilkan beberapa opsi yang akan kami paparkan secara detail setelah kajian selesai,” katanya.
Sementara itu, Kasubdit Pemberdayaan BMD BPKD Kabupaten Pandeglang, Hayatun Nufus, menyebutkan bahwa status Pulau Popole tercatat sebagai aset Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
“Luas Pulau Popole sekitar 28 hektare dan saat ini belum dikelola secara maksimal. Dari sisi pengamanan aset, kami sudah melakukan sertifikasi,” ungkapnya.
Reporter: Purnama Irawan











