SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang meluncurkan 100 perpustakaan desa digital. Peluncuran diharapkan mampu meningkatkan minat baca warga Kabupaten Serang.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengungkapkan jika literasi sangatlah penting untuk kehidupan masyarakat. Ia mengatakan, literasi menjadi modal untuk kehidupan karena membaca merupakan jendela dunia.
Di era digital seperti saat ini, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan minat baca ialah dengan memanfaatkan teknologi dengan meluncurkan perpustakaan digital.
“Pemda Serang sudah mulai kolaborasi dengan membuat 100 perpustakaan desa digital supaya lebih mempermudah masyarakat yang sudah punya android membaca tidak usah bawa buku. Tapi menjadi anggota perpustakaan secara digital bisa membaca semua buku yang dibutuhkan tentunya buku yang apa yang bisa menunjang dalam sisi kemampuan dan lain sebagainya,” katanya, Kamis 12 September 2024.
Tatu mengaku, meningkatkan minat baca masyarakat masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR), lantaran belum menjadi budaya di kalangan masyarakat. Untuk menyelesaikan PR itu, tidak hanya dibebankan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) tapi semua stakeholder terkait.
“Oleh sebab itu Perpustakaan juga ini disimpan di tingkat desa supaya masyarakat tidak merasa sulit, namun lebih mudah dan didekatkan lagi. Semoga masyarakat lebih punya semangat untuk membaca, karena membaca itu jendela dunia,” ucapnya.
Tatu mengatakan, rata-rata negara maju mulanya berawal dari tingginya minat membaca masyarakat. Untuk itu, minat baca masyarakat harus terus dibangun agar mencapai Indonesia Emas 2045.
“Alhamdulillah di Kabupaten Serang ini didukung oleh semuanya, mulai dari perusahaan, perpustakaan nasional, perpustakaan Untirta, juga para penggiat yang luar biasa mendukung. Semoga ke depan membaca itu menjadi budaya masyarakat Kabupaten Serang khususnya dan umumnya masyarakat Banten,” harapnya.
Tatu mengakui, minat baca buku di kalangan masyarakat masih rendah. Namun ia meyakini minat masyarakat untuk membaca selain buku sudah tinggi.
“Diharapkan masyarakat membaca buku-buku yang bermanfaat, tidak hanya sekadar pegang handphone membuka medsos misalnya enggak negatif juga tapi kita terus menambah wawasan, menambah ilmu pengetahuan kita itu lebih penting,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











