PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang menggelar rapat koordinasi penurunan stunting.
Rapat koordinasi penurunan stunting dipimpin langsung oleh Sekda Pandeglang Ali Fahmi Sumanta.
Kepala D2KBP3A Kabupaten Pandeglang Ahmad Saepudin mengatakan, ada lima langkah yang dilaksanakan dalam rangka percepatan penurunan stunting.
“Pertama rapat tim percepatan pengentasan stunting, rembug stunting audit kasus. Pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil dan baduta (balita di bawah dua tahun) dan aksi bangda (bina pembangunan daerah),” katanya di Hotel dan Resto S Rizki Pandeglang, Rabu 11 September 2024.
Penurunan angka stunting dibutuhkan kerjasama semua stake holder. Jadi, bukan saja tugas dari DP2KBP3A saja.
“Sebab ada beberapa program dalam pengentasan stunting yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Lalu Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) dan Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR),” katanya
Beberapa dinas tersebut turut serta mendorong program pengentasan stunting. Sehingga prevalensi stunting di Pandeglang bisa ditekan dan bisa turun sesuai dengan target yang ditetapkan.
“Baik ditetapkan oleh kabupaten, provinsi maupun nasional,” katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang Ali Fahmi Sumanta mengatakan, dalam menurunkan stunting tidak bisa bekerja sendiri, harus kolaborasi antara pemerintah, sektor kesehatan, pendidikan, perguruan tinggi dan masyarakat harus sinergi.
“Oleh karena itu, rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting ini memiliki arti penting. Sebagai forum untuk menyatukan langkah dan memperkuat sinergi dalam penurunan stunting di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Upaya Pemkab Pandeglang dalam menurunkan kasus stunting melalui DP2KBP3A dan Dinkes Pandeglang sudah cukup bagus.
“Menjalankan program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) pada ibu hamil dan balita. Pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri, serta mengarahkan ibu hamil dan balita agar secara rutin datang ke Posyandu,” katanya.
Sekda Fahmi optimis, apabila program itu dilaksanakan secara berkelanjutan, kemungkinan angka stunting di Kabupaten Pandeglang akan terus menurun.
“Selain itu, Kami juga memohon kepada masyarakat untuk terus meningkatkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ujarnya.
Editor: Mastur Huda











