PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang mencatat rata-rata pengeluaran masyarakat untuk membeli minuman jadi mencapai Rp2.480,07 per kapita per minggu. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp2.914,18 per kapita per minggu.
Kepala BPS Kabupaten Pandeglang, Achmad Widijanto menyebutkan lima besar kelompok pengeluaran masyarakat Pandeglang untuk makanan dan minuman jadi.
“Pengeluaran tertinggi adalah untuk nasi campur atau nasi rames sebesar Rp4.342,07 per kapita per minggu, diikuti mie rebus Rp3.250,48, tempe Rp2.870,91, kerupuk atau kripik Rp2.850,21, dan terendah untuk minuman keras, hanya Rp1,74 per kapita per minggu,” ungkap Achmad, Sabtu 14 September 2024.
Achmad menjelaskan, pengeluaran per kapita dihitung berdasarkan biaya konsumsi seluruh anggota rumah tangga dalam sebulan, kemudian dibagi dengan jumlah anggota rumah tangga.
“Pengeluaran ini terbagi menjadi dua, yaitu untuk kebutuhan makanan dan non-makanan,” katanya.
Pengeluaran untuk konsumsi makanan dihitung setiap minggu, sedangkan non-makanan dihitung bulanan dan tahunan. Kedua jenis pengeluaran tersebut kemudian dikonversikan ke dalam pengeluaran rata-rata per bulan.
Data ini, lanjutnya, diperoleh dari hasil survei BPS yang menghitung total konsumsi rumah tangga dan jumlah penduduk.
Menurutnya, rata-rata pengeluaran per kapita di wilayah Pandeglang ini mencapai Rp1,03 juta per bulan pada Maret 2023. Angka tersebut naik 4,85 persen dibandingkan dengan Maret 2022 yang sebesar Rp980,91 ribu per kapita per bulan.
Ia menambahkan, bahwa pengeluaran penduduk untuk membeli minuman jadi seperti kopi, kopi susu, teh, dan susu cokelat masuk dalam urutan ke-280 dari keseluruhan kebutuhan konsumsi.
Sementara itu, secara nasional, rata-rata pengeluaran per kapita untuk minuman jadi pada 2023 tercatat sebesar Rp256,5 per kapita per minggu. Di Pandeglang, angka tersebut adalah Rp2.480,07 per kapita per minggu, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp2.914,18 per kapita per minggu.
Editor: Bayu Mulyana











