CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Calon Gubernur Banten Airin Rachmi Diany menyoroti praktik percaloan ketenagakerjaan yang terjadi di Banten. Ia menemukan praktik tersebut masih banyak terjadi di berbagai wilayah di Tanah Jawara ini.
Padahal, Banten sendiri masih bergelut dengan tingginya angka pengangguran yang jumlahnya nomer wahid secara nasional. Mantan walikota Tangerang Selatan ini mengaku sudah berkeliling ke 155 kecamatan dan hampir 1.552 desa di Banten. Ia menemukan ada sejumlah masalah percaloan tenaga kerja. Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan. Untuk itu, salah satu langkah pengentasan pengangguran ini ialah dengan memperkuat pengawasan ketenagakerjaan.
“Pemerintah provinsi punya kewenangan pengawasan ketenagakerjaan, ini nanti kita optimalkan. Jika perlu kita buat satuan tugas untuk menghilangkan praktik-praktik tidak baik ini,” kata Airin saat berkampanye di Cilegon, Selasa 1 Oktober 2024 kemarin.
Airin menyatakan bahwa pengentasan pengangguran merupakan masalah yang terkoneksi dengan program pengembangan ekonomi. Airin akan melakukan transformasi ekonomi hijau dan pengembangan ekonomi biru.
“Kami punya program Gemilang, Gerakan Memajukan Industri Ramah Lingkungan. Program ini berupa pemberian insentif serta kemudahan berusaha untuk penyerapan pekerjaan hijau atau green jobs,” ujarnya.
Mantan Walikota Tangerang Selatan ini juga menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) di Banten. Kata Airin, pihaknya telah menyiapkan program ‘Kreasi’.
Kreasi ini akan mendorong program inkubasi bisnis dengan mengintegrasikan industri besar dan sedang (IBS) dengan industri mikro dan kecil (IMK). Integrasi ini dilakukan untuk mengembangkan produk-produk lokal. “Kemudian kita perlu mendorong skema pembiayaan inovatif dan bantuan modal bagi startup dan UMKM di Banten,” terangnya.
Lebih jauhnya, Airin berkeingginan untuk membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya dan menciptakan generasi yang siap mengembangkan usaha atau berjiwa entrepreneur. “Melalui program Muda Berdaya, kami akan memberikan pelatihan gratis dan supporting system bagi generasi muda dalam mengembangkan usaha. Kami akan membuka peluang dan wadah bagi para pemuda di dunia ekonomi kreatif,” ungkap Airin.
Selain itu, pihaknya juga berencana untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui program Generasi Banten Berkompeten (Gen Banten). Gen Banten ini nantinya akan mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) dan Mobile Training Unit (MTU) sebagai sarana pelatihan kerja. “Selain itu, kami akan mengembangkan sekolah vokasi berbasis kebutuhan kerja. Ke depan, sekolah kejuruan harus hadir sesuai dengan potensi daerah. Bekerja sama dengan sektor industri,” ujarnya.
Menurut Airin, kunci pembangunan Banten ke depan adalah kebersamaan. Sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, Pemprov Banten harus menjadi koordinator dan katalisator pembangunan di kabupaten/kota. “Maka visi kami ke depan adalah Banten maju bersama,” imbuhnya
Sementara, tokoh masyarakat Cilegon, Budiman mengaku bangga dengan sosok Airin. Ia melihat Airin sebagai calon pemimpin yang visioner untuk Banten. “Perempuan tangguh, sopan, dan cerdas. Meski mantan walikota Tangsel, Ibu Airin paham masalah Banten dan tahu solusinya,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











