LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lebak melakukan pengambalian sempel feses sapi dan kerbau mikin peternak.
Pengambilan sempel feses di empat Kecamatan di Lebak yakni di Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganyar, Cimarga dan Wanasalam itu untuk menditeksi timbulnya penyakit Helmintiasis atau biasa disebut cacingan.
“Ya, puluhan sapi dan kerbau milik peternak kita ambil sempel feses dan akan di periksa di laboratorium apakah terkena Helmintiasis atau biasa disebut cacingan,” kata Kepala Disnakkeswan Lebak Rahmat Yuniar, Jumat 25 Oktober 2024.
Menurutnya, pengambilan sampel feses ini bertujuan untuk memeriksa apakah pada sapi dan kerbau yang ada di wilayah Kabupaten Lebak khususnya di empat Kecamatan itu ada penyakit Helminthiasis.
“Jadi nanti bila hasilnya sudah diketahui dan terditeksikan penyakit helminthiasis, bisa memberikan pengobatan secara tepat dan optimal kepada ternak,” kata mantan kepala Dinas Pertanian Lebak ini.
Dia mengatakan, helmintiasis atau cacingan adalah penyakit yang sering menyerang hewan ternak. Baik sapi, kambing, domba, babi, maupun kerbau sangat rentan terinfeksi cacing dikarenakan kondisi lingkungan kotor, becek, dan lembab.
Adapun ciri-ciri hewan cacingan, kata dia antara lain lesu, mata sayu diare, rambut kusam, dan mudah rontok.
“Jika infeksi sudah parah, berpotensi mengakibatkan terganggunya fungsi organ dan tidak menutup kemungkinan mengakibatkan komplikasi penyakit bahkan kematian. Hal ini merupakan kendala serius yang dialami peternak karena sangat mempengaruhi tingkat produktivitas dan menyebabkan kerugian bukan hanya petani tapi juga daerah,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











