• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Pandeglang

Memilukan! Tiga Kakak Beradik di Pandeglang Dipulangkan Paksa dari Sekolah karena Tunggakan SPP Rp 42 Juta

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Minggu, 27 Oktober 2024 20:11
in Pandeglang

Foto ketiga kakak beradik dipulangkan paksa oleh pihak sekolah/tangkapan layar kiriman orangtuanya

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Nasib tragis menimpa tiga kakak beradik siswa sekolah dasar (SD) di Pandeglang, Banten, yang terpaksa dipulangkan oleh pihak sekolah akibat tunggakan SPP yang mencapai Rp 42 juta. Kejadian ini mengguncang masyarakat, mencerminkan krisis pendidikan yang dialami keluarga kurang mampu.

Ketiga siswa berprestasi tersebut, Faeza (11), Farraz (10), dan Fathan (7), bersekolah di Yayasan Islamic Centre Herwansyah (ICH) Pandeglang. Kisah mereka viral di media sosial setelah video pemulangan paksa tersebar, memicu empati publik terhadap nasib mereka.

RelatedPosts

Banten CorpU

Kepala LAN Ingatkan Banten CorpU Harus Berdampak pada Pembangunan Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 18:38
Banten CorpU

Banten CorpU Resmi Diluncurkan, Pemprov Banten Dorong ASN Lebih Inovatif dan Kolaboratif

Sabtu, 10 Oktober 2026 18:25
Dinkes Pandeglang Tak Punya Alat Deteksi Influenza Tipe A

Dinkes Pandeglang Tak Punya Alat Deteksi Influenza Tipe A

Jumat, 9 Oktober 2026 08:41
BRIN Gelar Bimtek Digital Marketing untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Pandeglang

BRIN Gelar Bimtek Digital Marketing untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Pandeglang

Jumat, 9 Oktober 2026 08:31

Pemulangan dilakukan saat jam pelajaran berlangsung, menyisakan duka mendalam bagi ketiganya. Wajah lesu dan hati hancur mereka saat dijemput mobil sekolah menjadi gambaran nyata dari ketidakadilan yang terjadi, di mana mereka tidak melakukan kesalahan apa pun selain terlahir dalam kondisi ekonomi yang sulit.

“Saya mencari keadilan agar anak-anak saya bisa kembali bersekolah dan mendapatkan hak mereka untuk belajar. Kasihan mereka,” ungkap Fahat, ayah dari tiga siswa tersebut, saat dihubungi oleh RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 27 Oktober 2024.

Fahat mengungkapkan kecemasannya karena anak-anaknya kini terancam putus sekolah, terutama menjelang ujian nasional. Satu dari anaknya kini duduk di kelas 6, sedang bersiap untuk ujian yang menentukan masa depannya.

“Satu anak saya kelas 6, saya jadi kepikiran kasihan karena mau ujian nasional, tapi sekarang tak bisa. Mental anak-anak juga jadi terganggu,” ungkapnya.

Meskipun Fahat berusaha keras agar anak-anaknya tetap bisa bersekolah setelah surat pemberhentian dikeluarkan pada 15 April 2024, kenyataan pahit harus diterima ketika pada 22 April 2024 mereka dipulangkan paksa.

“Setelah surat itu keluar, anak-anak tetap berangkat ke sekolah, berharap ada kebijakan dari sekolah. Tapi ternyata, setelah libur sekolah mereka dipulangkan lagi,” jelasnya.

Proses pemulangan dilakukan oleh dua guru dan seorang staf kesiswaan, yang membawa ketiga anaknya pulang dengan mobil sekolah, seperti yang terlihat dalam video viral di media sosial.

“Itu diantar sama dua orang guru dan satu kesiswaan, diantar pakai mobil sekolah sesuai yang ada di video itu,” tuturnya.

Sebagai orang tua, Fahat berharap anak-anaknya bisa menikmati pendidikan yang seharusnya mereka dapatkan, sama seperti anak-anak lain yang semangat belajar.

“Sama seperti orang tua lain, saya merasa iba. Kita punya presiden yang menjanjikan makan siang gratis dan pendidikan gratis, tapi kenyataannya masih ada kejadian seperti ini. Sangat disayangkan,” kata Fahat.

Kejadian ini bukan hanya soal mencari simpati, tetapi menjadi sorotan bagi masyarakat untuk menuntut keadilan bagi anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah.

“Kenapa ramai seperti ini? Bukan berarti saya mau cari simpati atau perhatian. Saya cuma ingin anak saya bisa mendapatkan haknya untuk belajar. Semoga ini juga jadi pelajaran supaya tidak ada korban lain seperti anak saya,” tuturnya.

Kini, ketiga anaknya sering bertanya kapan bisa kembali bersekolah. Fahat merasa sedih karena tidak bisa memberi jawaban pasti kepada mereka.

“Anak-anak sering nanya, ‘Kapan bisa sekolah lagi?’ Mereka rindu belajar dan bertemu teman-temannya. Sampai sekarang, mereka masih di rumah,” ujarnya.

Ironisnya, meskipun anak-anaknya berprestasi dengan banyak sertifikat penghargaan, pihak sekolah tetap tidak memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan mereka.

“Anak-anak saya punya banyak prestasi, dibuktikan dengan sertifikat yang mereka raih. Tapi mereka tidak diperbolehkan mengikuti ujian akhir semester oleh pihak sekolah. Sampai saat ini belum ada respons dari sekolah, padahal saya sudah memohon ke kepala sekolah agar mereka bisa seperti teman-temannya,” kata Fahat.

Tekanan berat dan rasa malu kini menghimpit Muhammad Fahat. Ketidakpastian masa depan anak-anaknya menjadi beban pikiran yang berat.

Fahat mengungkapkan bahwa ia bekerja sebagai buruh harian lepas dan kadang menjadi kuli bangunan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Mereka masih menumpang di rumah kontrakan, menggambarkan betapa sulitnya kehidupan mereka saat ini.

“Kalau saya kerja serabutan, kadang jadi kuli bangunan, ya ngaduk apa saja lah. Rumah juga masih ngontrak baru 10 bulan. Harapan saya, anak-anak bisa punya masa depan yang sama seperti anak-anak lain,” tandasnya penuh harap.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait pemulangan paksa tiga siswa SD di Pandeglang karena tunggakan SPP.

Editor : Merwanda

Tags: Anak BerprestasiBantenisu sosialkabupaten pandeglangKeadilan PendidikanKeluarga Kurang MampuKrisis PendidikanPandeglangPemulangan Paksapendidikanpendidikan gratisSekolah DasarTunggakan SPPvideo viralYayasan Pendidikan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Krisis Air Bersih Melanda Kota Pandeglang Akibat Kekeringan di Gunung Karang

Next Post

Dukung Bisnis E-Commerce, BRI Siapkan Berbagai Inisiatif dan Layanan Digital

Next Post
Dukung Bisnis E-Commerce, BRI Siapkan Berbagai Inisiatif dan Layanan Digital

Dukung Bisnis E-Commerce, BRI Siapkan Berbagai Inisiatif dan Layanan Digital

Dinilai Berpihak Pada Rakyat, Anggota DPRD Yanti Mustati Apresiasi Kepemimpinan Bupati Zakiyah

Dinilai Berpihak Pada Rakyat, Anggota DPRD Yanti Mustati Apresiasi Kepemimpinan Bupati Zakiyah

Jumat, 9 Oktober 2026 22:04
Modifikasi Cuaca Banten

Waduk Karian Terancam Kekeringan, BMKG Petakan Wilayah Prioritas Modifikasi Cuaca

Jumat, 9 Oktober 2026 16:23
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Rastique Coffee & Space Kota Serang

Rastique Coffee & Space Resmi Grand Opening, Jadi Spot Nongkrong Baru di Kota Serang

by Haidaroh
Sabtu, 10 Oktober 2026 21:15
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pertumbuhan industri cafe di Kota Serang seolah tak ada matinya. Kali ini, hadir Rastique Coffee & Space...

Banten CorpU

Kepala LAN Ingatkan Banten CorpU Harus Berdampak pada Pembangunan Daerah

by Yusuf Permana
Sabtu, 10 Oktober 2026 18:38
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Peluncuran Banten Corporate University (Banten CorpU) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten diharapkan tidak berhenti pada pengembangan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.