SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan digital di Banten masih berada di angka 35 persen, di bawah rata-rata nasional yang mencapai 38 persen.
Sementara itu, Indeks Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukkan bahwa Provinsi Banten memiliki skor 3,15 dari skala 5, yang juga lebih rendah dibandingkan beberapa provinsi lainnya di Pulau Jawa.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Ameriza M Moesa mengatakan, tingkat literasi yang belum optimal ini berdampak pada lambatnya adopsi pembayaran digital di kalangan masyarakat.
Selain itu, infrastruktur telekomunikasi di beberapa daerah di Banten masih belum mendukung optimalisasi digitalisasi.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, hanya sekitar 75 persen wilayah Banten yang terjangkau oleh jaringan 4G, dengan beberapa kabupaten seperti Pandeglang dan Lebak masih mengalami keterbatasan akses internet cepat.
Keterbatasan ini turut mempengaruhi kecepatan dan efektivitas implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), khususnya di daerah-daerah terpencil yang belum memiliki infrastruktur telekomunikasi yang memadai.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan strategi yang tepat serta upaya yang inovatif dan sinergis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Forum seperti high level meeting dan rapat koordinasi teknis menjadi wadah penting untuk membahas solusi atas permasalahan yang dihadapi serta merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat diambil.
Selain diharapkan dapat memperkuat awareness dan komitmen Pimpinan Daerah, melalui penyelenggaraan Rakorwil Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Banten ini yang mengangkat tema “Perumusan Strategi dan Rencana Aksi Impelementasi ETPD di Wilayah Banten”, juga diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi/formulasi kebijakan dan strategi yang tepat bagi implementasi ETPD di masing-masing daerah pada khususnya dan perluasan ekosistem digital pada umumnya.
Reporter : Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











