LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dampak puting beliung yang terjadi di Kecamatan Sajira dan Kecamatan Cilongrang, Kabupaten Lebak, pada 31 Oktober 2024 hingga 2 November 2024, mengakibatkan puluhan rumah rusak.
Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, total ada 43 rumah rusak.
Rincian rumah rusak terdapat di Desa Pajagan dan Mekarsari, Kecamatan Sajira, total 18 rumah rusak dan Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng, total 25 rumah rusak.
Dari data tersebut wilayah terparah terdampak yakni di Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan, pihaknya akan memberikan imbauan kepada warga untuk mewaspadai angin kencang pada sore hari.
“Untuk pancaroba sendiri kita juga beberapa kali sampaikan bahwa di musim peralihan seperti sekarang ini cuaca masih cukup eksrem dan kemudian juga bisa tiba-tiba hujan, dan juga biasanya angin kencang, tidak bisa memprediksi akan terjadi di mana, di wilayah mana. Tapi kebiasaan yang biasa terjadi angin kencang ini adalah di sore hari,” kata Febby.
Namun, Febby menyampaikan bahwa di wilayah Kabupaten Lebak sudah mau memasuki musim hujan pada awal November 2024.
Menurutnya, dengan kondisi hujan lebat pihaknya sudah berkoordinasi untuk mengatasi dampak bencana yang tidak diinginkan.
“Dari prediksi sendiri, berdasarkan analisa dari BMKG musim hujan ini akan mulai terjadi di bulan depan. Kalau untuk kesiapan kita sudah siap mitigasi juga di wilayah perkotaan kita bisa bekerjasama dengan teman-teman DLH Lebak melakukan pemangkasan pohon-pohon yang rawan, kemudian juga kita sekarang fokus di pendataan untuk wilayah di prediksi banjir,” tandasnya.
Dampak angin kencang terparah melanda Kecamatan Cilograng sejumlah rumah mengalami kerusakan. Mayoritas kerusakan terjadi pada atap rumah yang terhempas oleh angin kencang yang terjadi tepatnya di Desa Pajaga dan sekitarnya. BPBD Lebak memastikan dampak angin kencang tidak mengakibatkan korban jiwa.
Editor: Agus Priwandono











