LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, telah mendistribusikan 81 ribu liter air bersih kepada warga yang mengalami krisis air bersih akibat dampak musim kemarau berkepanjanhan di daerah yang dipimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini.
BPBD Lebak telah menerima surat permohonan droping air bersih dari warga di 11 Desa di 7 Kecamatan yang mengalami krisis air bersih.
“Per hari ini (Selasa 22 Juli) kita sudah distribusikan hampir 81 ribu liter air bersih kepada warga di Kecamatan Warungguung, Cimarga, Curigbitung,” kata Sekretatis BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama, Rabu 22 Juli 2026.
Selanjutnya, kata dia pihaknya akan mendustribusikan air bersih bagi warga di Lebak Selatan, seperti Kecamatan Wanasalam dan Cilograng.
“Masyarakat di kedua kecamatan ini sudah sangat membutuhkan droping air bersih. Jadwalnya besok kita salurkan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemetaan, di Kabupaten Lebak terdapat 90 desa tersebar di 23 Kecamatan merupakan daerah rawan kekeringan dan krisis air bersih dengan jumlah jiwa terdampak mencapai 71.786 orang yang masih membutuhkan bantuan air bersih jika terjadi kemarau panjang.
Ke-23 Kecamatan rawan kekeringan di Lebak yaitu Maja, Leuwidamar, Cileles, Warunggunung, Cirinten, Wanasalam, Cilovrang, Cihara, Bayah, Gunungkencana, Kalanganyar, Cibeber, Banjarsari, Panggarangan, Cijaku, Cipanas, Cirugbitung, Bojongmanik, Malingping, Sajira dan Maja.
“Berdasarkan prakiraan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau akan berlangsung sampai alhir Agustus tahun 2026. Puncak kemarau di bulan Juli,” ujarnya.
Editor Daru











