SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Temuan uang palsu meningkat. Menurut keterangan perbankan, peningkatan temuan uang palsu terjadi pada saat siklus Pemilu berlangsung. Sejak awal tahun hingga September 2024, temuan uang Rupiah yang diragukan keasliannya sebanyak 1.242 lembar.
Pecahan uang palsu yang paling banyak ditemukan adalah Rp100 ribu sebanyak 758 lembar, kemudian Rp50 ribu sebanyak 458 lembar, pecahan Rp20 ribu sebanyak 21 lembar, dan pecahan Rp10 ribu sebanyak lima lembar. Sedangkan pecahan Rp5 ribu, Rp2 ribu, dan Rp1.000 tidak ditemukan.
Plt Kepala Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Syahrun Romadhoni mengatakan, temuan uang palsu itu bersumber dari klarifikasi setoran bank yang masuk.
Menurut keterangan perbankan, peningkatan temuan uang palsu karena siklus pada saat pemilu berlangsung. “Terjadi peningkatan temuan uang palsu yang berasal dari transaksi penyetoran perbankan,” tuturnya.
Selain uang palsu, lanjut dia, ada juga uang rusak yang ditukar mencapai Rp60,2 miliar. Dari beberapa pecahan uang Rupiah, yang paling banyak ditukarkan yakni pecahan Rp50 ribu, kemudian Rp100 ribu.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza M Moesa mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperkuat fitur-fitur keaslian uang Rupiah. “Setiap tahun kami meningkatkan teknologinya,” terangnya.
Ia mengatakan, upaya peningkatan kualitasnya dilakukan dengan penggunaan bahan uang. “Kami juga mencari bahan yang semakin sulit dipalsukan. Kemudian penggunaan tintanya juga dikaji terus. Jadi kita ada tindakan preventif dan kuratif. Upaya preventif yang dilakukan juga by riset dan studi banding, kita belajar bagaimana uang semakin sulit dipalsukan,” tegas Ameriza.
Ia berharap, dengan semakin bagusnya kualitas uang Rupiah, maka oknum pembuat uang palsu kesulitan. Terutama mata uang yang baru yakni tahun emisi 2022, semakin canggih, baik dari sisi warna maupun teknologi.
“Semakin baru emisinya, semakin canggih. Mudah-mudahan kami bisa tingkatkan terus teknologinya,” ujar Ameriza.
Ameriza melanjutkan, BI juga gencar melaksanakan kegiatan sosialisasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah. Kegiatan itu diberikan kepada sejumlah elemen masyarakat, seperti pelajar dan mahasiswa.
Editor : Aas Arbi











