PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Harga ayam potong di Pasar Badak Pandeglang mengalami kenaikan signifikan dalam satu bulan terakhir. Saat ini, harga ayam potong mencapai Rp35.000 per kilogram.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kenaikan harga ayam potong yang terjadi belakangan ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama penyebab kenaikan harga tersebut.
Pertama, tingginya harga pakan ternak menjadi beban bagi peternak, sehingga biaya produksi meningkat. Kedua, kurangnya ketersediaan pasokan ayam potong di pasar akibat produksi yang tidak mencukupi permintaan.
Ketiga, kondisi cuaca yang tidak menentu juga memengaruhi proses pemeliharaan ayam, terutama dalam menjaga kesehatan ternak.
Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Badak Pandeglang, Hermansyah mengungkapkan bahwa kenaikan harga tersebut memengaruhi penjualan dan stok dagangannya.
“Iya, ada kenaikan harga ini sudah hampir sebulan. Awalnya kita jual Rp30.000 per kilogram, sekarang jadi Rp35.000 per kilogram,” ungkapnya saat ditemui di Pasar Badak Pandeglang, Selasa 19 November 2024.
Menurut Hermansyah, kenaikan harga ini membuat omset penjualannya menurun hingga 50 persen. Ia terpaksa mengurangi stok ayam yang biasanya mencapai 100 kilogram per hari menjadi hanya 50 kilogram.
“Omset menurun hampir 50 persen, banyak pembeli yang komplain kemahalan. Jadi, saya harus mengurangi stok,” katanya.
Hermansyah juga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga ayam potong di pasaran.
“Harapannya semoga harga segera stabil dan tidak naik lagi, karena pembeli terus mengeluh soal harga yang mahal,” harapnya.
Sementara itu, pembeli Eva mengaku keberatan dengan harga yang kini mencapai Rp35.000 per kilogram.
“Harganya kemahalan, ya pasti ngeluh lah dengan kenaikan ini. Saya beli untuk kebutuhan sehari-hari, jadi cukup memberatkan,” ujarnya.
Eva berharap harga ayam potong dapat kembali normal seperti sebelumnya agar kebutuhan rumah tangganya tidak terganggu. Jika harga terus melonjak, ia mengaku terpaksa mengurangi atau bahkan berhenti membeli ayam potong.
“Mudah-mudahan bisa turun lagi ke harga normal. Kalau terus mahal seperti ini, rasanya berat sekali,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











