SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Meski penjualan kendaraan baru melesu, tetapi realisasi bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) Provinsi Banten melampaui nasional. Berdasarkan data Badan Pendapatan Nasional (Bapenda) Provinsi Banten, realisasi BBNKB per 20 November 2024 yakni 79,76 persen.
Plt Kepala Bapenda Provinsi Banten EA Deni Hermawan mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi Tim Pembina Samsat Pusat, dari target 90 persen di akhir tahun ini untuk tingkat nasional, realisasi BBNKB baru 63 sampai 65 persen.
“Sedangkan Banten sudah di posisi 79,76 persen. Artinya kita di atas nasional,” ujar Deni.
Dari target BBNKB sebesar Rp2,92 triliun, Deni mengaku realisasinya sudah mencapai Rp2,33 triliun per Rabu, 20 November 2024.
Dari 12 UPTD PPD atau Samsat yang ada di Banten, realisasi BBNKB paling rendah yakni Samsat Cilegon yaitu 75,39 persen atau Rp89,38 miliar dari target Rp118,55 miliar.
Kemudian, Samsat Balaraja 76,90 persen atau Rp279,06 miliar dari target Rp362,87 miliar; Samsat Rangkasbitung 79,10 persen atau Rp57,31 miliar dari target Rp72,45 miliar.
Samsat Serang sebesar 76,12 persen atau Rp89,92 miliar dari target Rp118,14 miliar; Samsat Ciputat 79,47 persen atau Rp342,95 miliar dari target Rp431,56 miliar; dan Samsat Pandeglang 79,5 persen atau Rp64,13 miliar dari target Rp80,67 miliar.
Berikutnya, Samsat Ciledug 79,62 persen atau Rp267,49 miliar dari target Rp335,96 miliar; Samsat Cikokol 80,31 persen atau Rp307,44 miliar dari target Rp382,82 miliar.
Samsat Serpong 80,35 persen atau Rp283,38 miliar dari target Rp352,66 miliar; Samsat Kelapa Dua 82,03 persen atau Rp386,18 miliar dari target Rp470,8 miliar.
Samsat Malingping 82,59 persen atau Rp21,66 miliar dari target Rp26,22 miliar; dan Samsat Cikande 83,62 persen atau Rp146,29 miliar dari target Rp174,95 miliar.
Kata dia, jika dibandingkan dengan tahun lalu, targetnya lebih banyak tahun ini. “Jadi melihatnya jangan dipersentase capaiannya, tetapi jumlah yang didapatkannya,” terang Deni.
Reporter: Rostinah
Editor: Agung S Pambudi










