TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Seratus pelaku usaha kecil di Kota Tangerang Selatan diajari digital marketing untuk mempromosikan usaha dan meningkatkan omzet penjualan di era teknologi digital di Gerai Lengkong, Serpong, Kota Tangsel, Rabu 20 November 2024.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel Bachtiar Priyambodo menuturkan, pelatihan digital marketing hasil kolaborasi antara Gerai Lengkong dan Telkomsel ini sangat penting dan bermanfaat bagi pelaku usaha yang masih awam terhadap digital marketing.
Di Tangsel, lanjut dia, masih banyak ditemukan pelaku usaha yang gagap teknologi (gaptek) sehingga kesulitan memasarkan produk secara digital.
“Kendala utama mereka memang pemasaran, karena sebagian besar pelaku UMKM masih gagap teknologi. Padahal, untuk pemasaran digital sangat diperlukan di era media sosial saat ini,” katanya dikutip dari siaran pers Telkomsel, Minggu November 2024
Menurutnya, Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel terus berupaya mendorong digitalisasi di lingkungan usaha mikro agar bisa naik kelas.
“Kami terus memberikan pelatihan dengan memasukan materi digital, terutama bagi UMKM pengembangan, bukan yang baru mulai. Contohnya melalui program Entrepreneur Hub. Lalu, tahun depan kita juga akan luncurkan inkubator bisnis UMKM,” ungkapnya.
Sementara itu, pelatihan yang difasilitasi Gerai Lengkong yang bekerja sama dengan Telkomsel sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui solusi digital.
Lista Hurustiati, Founder Gerai Lengkong, mengatakan pihaknya terus berkomitmen membantu pelaku UMKM dengan memberikan pendampingan mulai dari nol hingga bisa mandiri dan terus berkembang. Saat ini, ada sekitar 210 pelaku UMKM se- Banten di bawah binaan Gerai Lengkong.
“Kami selalu beri pelatihan. Kali ini difasilitasi Telkomsel melalui digital marketing, kita siapkan agar jangkauan UMKM bisa lebih luas. Jualan bisa melalui broadcast, sehingga dari usaha mandiri kreatif miliaran hasilnya,” katanya.
General Manager Consumer Business Region Western Jabotabek Purnama Adhiputra menjelaskanm sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM, pihaknya tak hanya memberi pelatihan digital marketing, tapi juga memberikan by.U Kartu UMKM.
Kartu prabayar khusus ini dirancang untuk para pelaku UMKM di wilayah Western Jabotabek, dengan konsep lifetime yang memungkinkan kartu tetap aktif tanpa batas waktu tertentu.
“Kartu ByU ini dapat digunakan sebagai nomor layanan atau order untuk pelanggan UMKM (nomor order/call center) karena dengan masa aktif selamanya, tidak perlu khawatir nomor hangus karena lupa mengisi pulsa,” ungkapnya.
Selain itu, kartu ini didukung oleh berbagai paket internet khusus UMKM yang membantu pengguna untuk menjalankan bisnis secara digital tanpa hambatan.
“Solusi ini bertujuan mendukung digitalisasi UMKM dan mempermudah akses komunikasi, serta jaringan tanpa beban tambahan terkait masa aktif kartu,” paparnya.
Reporter: Aas Arbi











