RADARBANTEN.CO.ID – Viralnya kopi sebagai salah satu minuman paling enak dan digemari di dunia tentu tak perlu diragukan lagi. Menurut catatan International Coffee Organization (ICO), konsumsi kopi Indonesia tahun 2019 adalah 3,6 juta karung, sedangkan pada 2020 sebanyak 5 juta karung.
Dalam sepuluh tahun terakhir konsumsi tumbuh 3,7%, tertinggi kedua di antara negara-negara produsen kopi.
Namun ada fakta unit terkait konsumsi kopi, ternyata bukan karena malas atau lupa menggosok gigi, terkadang gigi kuning dan bau mulut yang kita alami juga dapat terjadi akibat konsumsi kopi atau teh yang sering dilakukan setiap hari.
Kandungan kafein yang cukup tinggi pada kopi dan teh menyebabkan gigi kuning karena enamel gigi yang terkikis. Selain itu, komposisi asam tanat di dalam kopi menyebabkan plak / noda pada permukaan gigi sehingga meninggalkan bekas noda berwarna kecoklatan yang akhirnya menguning.
Cara yang paling umum untuk memulihkan atau mengembalikan warna putih pada gigi adalah dengan bahan pemutih berbasis Hidrogen Peroksida. Prosedur ini menggunakan pengaplikasian gel pada permukaan gigi yang kemudian diaktifkan dengan sinar laser atau lampu khusus untuk mempercepat proses pemutihan. Cara tersebut biasanya dikenal dengan nama bleaching (memutihkan gigi).
Menurut drg Nurul Jadidah dari Klinik Gigi Dentaraya Cilegon, bahwa proses pemutihan gigi yang dilakukan di klinik gigi, umumnya bersifat aman jika dilakukan oleh tenaga medis profesional yang terlatih serta memakai bahan-bahan yang telah disetujui oleh otoritas kesehatan.
“Namun perlu menjadi perhatian bahwa tidak semua orang cocok untuk melakukan pemutihan gigi, terutama bagi mereka yang mempunyai masalah kesehatan gigi tertentu seperti lubang pada gigi (karies), sensitivitas gigi yang berlebih, atau gigi yang rusak sedang,” ujar drg Nurul Jadidah.
Hasil atas proses pemutihan gigi yang didapatkan dari Klinik Gigi Dentaraya Cilegon bisa bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti kondisi awal gigi, metode pemutihan, serta ketaatan pasien terhadap perawatan pasca pemutihan.
Sangat penting untuk diperhatikan bahwa hasil pemutihan gigi tidak bersifat permanen, serta dapat memudar seiring berjalannya waktu tergantung pada gaya hidup pasien (kebiasaan) seperti merokok atau mengonsumsi minuman berwarna.
Untuk mempertahankan hasil yang optimal dan warna gigi putih untuk jangka panjang, disarankan agar menghindari makanan atau minuman yang dapat menyebabkan perubahan warna gigi setelah dilakukan proses bleaching serta menjaga kebersihan gigi dengan rajin.
“Untuk menjaga konsistensi warna putih pada gigi, disarankan juga untuk melakukan bleaching setiap 1 tahun sekali,” ujarnya.
Bleaching di Klinik Gigi Dentaraya Cilegon dilakukan dengan optimal karena sebelum proses bleaching, dilakukan scaling dan polishing agar gigi benar-benar bersih.
Tak hanya membuat sangat menyebalkan, keluhan bau mulut dan gigi yang menguning juga sukses membuat rasa percaya diri menjadi jatuh, terutama saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.
Untuk mendapatkan kesehatan gigi yang prima, segera konsultasikan kesehatan gigi anda ke klinik gigi terdekat atau bagi warga Cilegon dapat segera mengunjungi Klinik Gigi Dentaraya Cilegon.
Editor: Abdul Rozak











