SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Banten pada tahun 2024 ini berhasil menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) dari muzakki aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Provinsi Banten dan pihak swasta senilai Rp23,74 miliar.
Ketua Baznas Banten Syibli Syarjaya mengatakan, capaian itu baru 76,21 persen dari target yang pihaknya tetapkan di tahun 2024 sebesar Rp31 miliar. Katanya, target ZIS setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Tahun sebelumnya target ZIS hanya Rp23,6 miliar, target itu terlampau hingga Rp29,61 miliar.
“Baznas Banten yang dulu Badan Zakat Daerah (Bazda) Banten lahir tanggal 2 Desember 2002 dan mulai beroperasi bulan Juli 2003, penghimpunan ZIS di tahun pertama (2003) sebesar Rp154.766.583 dan tahun 2023 Baznas Banten telah menghimpun ZIS DSKL sebesar Rp29.617.644.445, tentu ini perjuangan yang tidak mudah untuk dilalui. Karena jika dibandingkan pertama kali berdiri hingga sekarang itu peningkatannya bisa seribu persen,” ujar Syibli.
Ia menerangkan, ZIS yang berhasil pihaknya himpun itu selanjutnya didistribusikan kepada mustahik yang merupakan warga membutuhkan melalui berbagai program. Baznas Banten memiliki lima program di antaranya program kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dakwah advokasi, dan ekonomi.
Dalam program kemanusiaan, pihaknya memiliki bantuan pangan lansia dhuafa seumur hidup yang menyebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten. Pada program itu, pihaknya memberikan pemenuhan kebutuhan kepada para pangan lansia.
“Dalam urusan sosial, kita punya program Rumah Layak Huni Baznas. Program ini bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan papan guna memberikan keamanan, kenyamanan dan kesehatan bagi penghuninya yang tidak memiliki kemampuan untuk melayakkan tempat tinggalnya,” ucapnya.
Lalu ada juga program Santunan Guru ngaji, guru madrasah, para marbot dan pemandi jenazah, program kesehatan seperti pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis, juga pengadaan air bersih dan sanitasi di wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih terlebih jika di masa kemarau.
“Dalam program kesehatan, kita bekerjasama dengan pemerintah, Rumah Sakit pemerintah dan swasta, operasi bibir sumbing gratis bekerjasama dengan bank banten dan RS Sari Asih, operasi mata katarak gratis yang telah dikerjasamakan dengan Klinik Utama Mata Saruni Pandeglang, pemberian alat kesehatan kursi roda, kaki palsu serta saat ini telah berdiri Rumah Sehat Baznas Provinsi Banten ini untuk melayani kesehatan masyarakat dhuafa Banten,”ungkapnya.
Baznas Banten juga turut membantu pemerintah dalam penanganan stunting dan gizi buruk di Provinsi Banten dimulai dari kurban untuk stunting hingga tindak lanjut bantuan gizi selanjutnya.
Reporter : Yusuf Permana











