• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Warga Kibin Keluhkan Pencemaran Limbah, Ikan hingga Ayam Milik Warga Banyak Mati

Ahmad Rizal Ramdhani by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 2 Januari 2025 19:49
in Berita Utama, Kabupaten Serang
Warga Kibin Keluhkan Pencemaran Limbah, Ikan hingga Ayam Milik Warga Banyak Mati

Seorang warga Kampung Kedaleman, Desa Sukamaju, Kecamatan Kibin saat menunjuk kolam ikan miliknya yang sudah tercemar limbah.

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Warga Kampung Kedaleman, Desa Sukamaju, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang mengeluhkan adanya pencemaran diduga limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) yang terjadi di lingkungan mereka.

Cemaran limbah tersebut mengakibatkan aroma bau yang sangat menyengat sehingga membuat lingkungan tak nyaman. Tak hanya itu pencemaran juga menyebabkan ikan, tanaman dan ayam milik warga mati.

RelatedPosts

318 Koperasi Merah Putih di Banten Diverifikasi dan Divalidasi

318 Koperasi Merah Putih di Banten Diverifikasi dan Divalidasi

Rabu, 30 September 2026 07:41
Kapal Mati Mesin di Perairan Anyer, Tiga Nelayan Dievakuasi Tim SAR Banten

Kapal Mati Mesin di Perairan Anyer, Tiga Nelayan Dievakuasi Tim SAR Banten

Rabu, 30 September 2026 07:36
Polda Limpahkan Dua Tersangka Kasus Pengiriman 150 Ribu Benih Lobster ke Kejari Serang

Polda Limpahkan Dua Tersangka Kasus Pengiriman 150 Ribu Benih Lobster ke Kejari Serang

Rabu, 30 September 2026 07:10
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Rabu, 30 September 2026 06:34

Pantauan di lokasi pada Kamis 2 November 2024 terlihat di sebuah lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik warga Sukadalem yang telah terendam olah cairan berwarna hitam pekat. Terpantau pula ada banyak buih-buih busa yang mengambang.

Di lahan TPU yang cekung dan sudah dipenuhi oleh cairan hitam tersebut, terlihat ada banyak drum bekas berwarna biru yang tenggelam di air. Bau menyengat pun tercium dari area genangan air tersebut. Bahkan menyebabkan tanaman-tanaman yang ada di TPU mati dan mengering.

Dampak negatif dari adanya cairan yang diduga merupakan limbah B3 tersebut juga dirasakan langsung oleh warga, salah satunya ialah rumah Nenek Agus Maqsum yang rumahnya tepat berada di belakang TPU. Air hitam tersebut meresap hingga ke kolam ikan yang berada di rumah neneknya. Bahkan mengakibatkan ikan-kian yang dipelihara tersebut mati.

Di pekarangan rumah milik nenek Agus terlihat ada sebuah kolam ikan besar. Namun kondisi airnya sangat memperihatinkan karena berwarna hitam dan dipenuhi oleh buih. Selain itu, air juga mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Bahkan ketika hujan turun, air dari kolam akan meluap menggenangi halaman rumah milik neneknya.

Agus Maqsum mengaku, baru mengetahui adanya tumpahan limbah sekitar satu minggu yang lalu saat terjadi hujan deras. Saat itu, air kolam ikan yang ada di belakang rumahnya tiba-tiba menghitam disertai dengan beberapa ikannya yang mati.

“Awal mulanya ikan kita yang ada di dalam rumah pada mati. Lalu airnya hitam pekat, setelah besoknya ini berubah jadi berbusa,” ujarnya.

Setelah ditelusuri, ternyata sumber pencemaran limbah tepat berada di belakang rumahnya. Ada air hitam yang menggenang dan menenggelamkan TPU milik warga.

“Di sana ada semacam limbah kimia diduga beracun di tumpahkan di sini (TPU) dua bulan lalu, efeknya baru sekarang ketika musim hujan. Bahkan mendekati rumah dan sumber air kita, waktu itu kita laporan lah ke kelurahan, tapi belum ada respon,” ujarnya.

Sebelumnya, limbah-limbah tersebut tersimpan rapih dalam drum biru berukuran besar dan ditempatkan di lahan milik salah seorang warga. Jumlahnya bahkan ada ratusan tong. Namun tiga bulan lalu, seluruh isi dari drum justru ditumpahkan ke lahan TPU dan drum nya dibawa oleh warga.

“Udah bertahun-tahun dalam bentuk drum tersusun rapih, untuk penumpahan itu dua bulan lalu, dan warga tidak tahu efeknya karna saat itu musim panas. Kita juga tidak tahu sumbernya dari mana,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada banyak dampak yang dirasakan oleh warga yang tinggal di Kampung Kedaleman, mulai dari bau menyengat, banyak tanaman mati, ikan dan ayam milik warga mati.

Selain itu, ia juga khawatir karena air hitam tersebut sampai saat ini masih ada dan mengalir ke drainase yang mengalir ke pemukiman serta ke sawah milik warga.

“Kalau untuk sekarang dampak yang paling besar rumah nenek saya dan masuk ke lingkungan dan sawah milik warga,” ujarnya.

Ia berharap, agar permasalahan tersebut dapat segera di tindaklanjuti oleh pemerintah ataupun pihak terkait, terutama persoalan pencemaran yang terjadi bisa segera ditindaklanjuti. Ia pun menginginkan agar kolam dan lingkungan yang tercemar oleh limbah bisa segera dinormalisasi.

“Kami khawatir kalau ini terus dibiarkan justru malah nanti efeknya semakin parah. Kita ga tau ada kandungan zat berbahaya apa di air tersebut, kita takut zat itu meresap di tanah hingga nantinya mencemari juga sumber air kami,” pungkasnya.

Warga lainnya, Madwawi mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana tong tersebut berada di lokasi tersebut. Sebelumnya ada ratusan tong yang tersusun rapih di tanah milik warga.

“Ditumpahkan sebelum musim hujan, ada banyak ratusan drum. Yang punya lahan yang menumpahkan. Dampaknya banyaknya bau, banyak nyamuk, sama banyak pohon yang mati,” pungkasnya.

Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi

Tags: bau menyengatikan matikabupaten serangKecamatan Kibinlimbah b3musim hujanPemkab Serangpencemaran limbahpencemaran lingkungantumbuhan mati
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

PAD Sektor Pariwisata di Kabupaten Serang Capai Rp31,977 miliar

Next Post

Panselda Pandeglang Umumkan Kelulusan PPPK Nakes dan Teknis

Next Post
Panselda Pandeglang Umumkan Kelulusan PPPK Nakes dan Teknis

Panselda Pandeglang Umumkan Kelulusan PPPK Nakes dan Teknis

Pelantikan ASN Pemprov Banten

Sekda Banten Lantik 16 Pejabat Fungsional, Berikut Daftarnya

Selasa, 29 September 2026 13:05
Penggunaan BBM

Polda Banten Gerebek Tempat yang Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM di Cilegon

Selasa, 29 September 2026 10:22
alan Tol Serang-Panimbang, Ruas Tol Rangkasbitung-Cileles

Konektivitas Banten Selatan Makin Dekat, Tol Rangkasbitung–Cileles Masuk Uji Laik Fungsi dan Operasi

Senin, 28 September 2026 19:56
konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A

Pembangunan Konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A Ditargetkan Rampung November 2026

Senin, 28 September 2026 14:28
dua PNS di lebak dikenakan indispiliner

Dua PNS Pemkab Lebak Indisipliner, Satu Dipecat

Selasa, 29 September 2026 16:37
2 ASN Dipecat dan 7 Lainnya Disanksi, Kepala BKD Banten: Pimpinan OPD Punya Tanggung Jawab

2 ASN Dipecat dan 7 Lainnya Disanksi, Kepala BKD Banten: Pimpinan OPD Punya Tanggung Jawab

Senin, 28 September 2026 11:18
Pandeglang Berduka, Politisi Muda Demokrat Agus Bustomi Meninggal Dunia

Pandeglang Berduka, Politisi Muda Demokrat Agus Bustomi Meninggal Dunia

Senin, 28 September 2026 21:40

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

318 Koperasi Merah Putih di Banten Diverifikasi dan Divalidasi

318 Koperasi Merah Putih di Banten Diverifikasi dan Divalidasi

by Fahmi
Rabu, 30 September 2026 07:41
0

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Provinsi Banten, Agus Mintono.

Kapal Mati Mesin di Perairan Anyer, Tiga Nelayan Dievakuasi Tim SAR Banten

Kapal Mati Mesin di Perairan Anyer, Tiga Nelayan Dievakuasi Tim SAR Banten

by Yusuf Permana
Rabu, 30 September 2026 07:36
0

Tim SAR melakukan evakuasi terhadap awak kapal yang mengalami mati mesin di Perairan Anyer, Kabupaten Serang, Rabu, 30 September 2026....

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.