LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Lebak akan terus mengoptimalkan pemantauan penjualan pangan di sejumlah pasar di daerah yang di pimpin Penjabat (Pj) Gunawan Rusminto ini.
Pamantauan ini dilakukan utuk memastikan pangan yang dijual pedagang di pasar tidak tercemar pangan dari cemaran berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai penyakit yang dapat merugikan masyarakat.
Plt Kepala DKP Kabupaten Lebak Rahmat mengatakan, tim pengawas keamanan dan mutu pangan DKP Lebak secara periodek akan mengambil sample pangan segar pangan olahan yang akan diuji, menggunakan rapid tes pestisida, boraks, klorin, formalin, rhodamin B dan methanil yellow.
“Ya, kami terus melakukan pemantauan pangan disejumlah pasar. Sejauh ini dari hasil pantauan dan Rapid tes belum menemukan adanya pangan yang di jual di pasar tercemar oleh bahan berbahaya seperti formalin, klorin, rhodamin B,” katanya, Minggu 5 Januari 2025.
Dia mengatakan, kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan dengan melibatkan beberapa instansi terkait yang masuk dalam tim terpadu.
Adapun beberapa jenis pangan segar menjadi pantauan tim terpadu ini, sepeti sayuran, buah- buahan, ikan, daging segar dan lain lain.
“Beberapa sampel ditest di tempat, yaitu dengan menggunakan Metode Rapid Test atau metode uji cepat, agar dapat diketatahui kadar kandungan bahan bahan berbahaya seperti boraks ataupun formalin. Kita ingin memastikan pangan yang ada di pasar pasar tradisional dan modern aman dikomsumsi oleh masyarakat dan bebas dari kandungan bahan bahan berbahaya,” katanya.
Salah seorang pedagang pasar Rangkasbitung Rahman mengatakan, selama ini pihaknya selalu memastikan selain barang daganganya aman dari bahan berbahaya juga selalu memerhatikan alat timbang agar tidak merugikan konsumen.
“Kami berjualan untuk mencari keuntungan, tapi memang yang benar dengan tidak mencurangi pembeli. Sejauh ini kami belum mendengar adanya pedagang yang melakukan kecurangan kepada pembeli baik itu sidak hang dilakukukan oleh Dinas Ketahan pangan maupun Disperindag,” katanya.
Reporter: nurabidin
Edititor: Agung S Pambudi











