PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang menargetkan produksi beras atau padi sebanyak 817.026 ton Gabah Kering Panen (GKP) untuk tahun 2025.
Kepala DPKP Pandeglang, Nasir, mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan produksi padi di tahun 2025 dengan sasaran panen di lahan seluas 131.577 hektare. Dari luas tersebut, target produksi yang ingin dicapai adalah 817.026 ton Gabah Kering Panen (GKP).
“Ini kan sasarannya ya, harapan kita memang bisa di atas 100 persen, seperti target-target sebelumnya. Tahun lalu, produksi padi bahkan mencapai 969.216 ton,” ungkap Nasir, pada Senin, 13 Januari 2025.
Menurut Nasir, keberhasilan produksi padi tahun lalu memberikan motivasi untuk terus meningkatkan hasil panen. Meski target tahun ini lebih rendah dari capaian sebelumnya, pihaknya tetap berupaya untuk mengoptimalkan produktivitas lahan yang ada.
“Kami akan terus berupaya agar hasil panen tetap maksimal dengan dukungan para petani, teknologi, dan pengelolaan yang baik,” tuturnya.
Nasir optimistis target produksi padi tahun 2025 dapat tercapai. Berbagai program seperti pompanisasi dan bantuan irigasi diharapkan menjadi kunci keberhasilan peningkatan hasil panen.
“Ya, mudah-mudahan dengan banyaknya kegiatan seperti pompanisasi dan bantuan terkait perbaikan masalah air, ini bisa menjadi wasilah untuk memperbaiki target yang telah kita buat. Mudah-mudahan hasilnya di atas target,” ujarnya.
Nasir menjelaskan, perbaikan sistem irigasi dan pemanfaatan air permukaan melalui program irigasi perpompaan akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi padi di Pandeglang.
“Jika irigasi berfungsi dengan baik dan air permukaan dimanfaatkan maksimal melalui pompanisasi, produksi padi kita bisa meningkat secara signifikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah strategis lain yang dilakukan adalah mempercepat luas tambah tanam (LTT) dengan target harian, bulanan, hingga tahunan. Selain itu, pihaknya juga berfokus pada penggunaan input produksi yang berkualitas.
“Kita percepat LTT setiap hari dengan target bulanan hingga tahunan. Selain itu, kita juga memaksimalkan input produksi seperti penggunaan benih bermutu dan asupan pupuk yang cukup,” tambahnya.
Ia memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani aman. Nasir menyebutkan bahwa pihaknya telah mengamankan pupuk melalui Surat Keputusan (SK) Bupati, termasuk pupuk Urea, MPK, dan organik sesuai kebutuhan.
“Saya kira dengan kuota yang diberikan saat ini, kita tidak akan kekurangan. Mudah-mudahan mencukupi,” kata Nasir.
Namun, pihaknya mengakui bahwa masih ada tantangan di sektor infrastruktur lahan pertanian, terutama pada irigasi yang rusak akibat bencana alam. Kerusakan tersebut dinilai berdampak signifikan terhadap produktivitas lahan pertanian.
“Beberapa infrastruktur memang belum baik. Dampak banjir kemarin, misalnya, hampir delapan ribu hektare terdampak, dengan sekitar 654 hektare mengalami puso. Ini menjadi perhatian kita,” jelasnya.
Menurut Nasir, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, dan Kementerian PUPR untuk membahas normalisasi irigasi.
“Kita sudah rakor bersama dan menyampaikan dampak kerusakan ini. Daerah irigasi yang terdampak harus segera diperbaiki dan dinormalisasi agar capaian target produksi pertanian tidak terganggu,” tegasnya.
Editor: Agus Priwandono










