LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Bidang SDP dan Ekraf beserta jajaran menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia (UI) bersama Universiti Teknologi MARA Malaysia (UiTM) dengan tema “Penguatan Informasi dan Pemasaran Produk Kain Tenun Tradisional Baduy (Banten, Indonesia) Berbasis Humaniora Digital”.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. R. Cecep Eka Permana, yang membahas pentingnya penguatan informasi serta strategi pemasaran produk kain tenun tradisional Baduy melalui pendekatan humaniora digital.
FGD ini menjadi wadah diskusi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam memperkuat eksistensi kain tenun Baduy agar semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dinilai mampu mendukung promosi produk budaya lokal secara lebih efektif.
Kepala Bidang SDP dan Ekraf, Suhestiasih, mengatakan kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal di Provinsi Banten.
“FGD ini sangat bermanfaat karena memberikan banyak wawasan terkait penguatan informasi dan pemasaran produk kain tenun tradisional Baduy melalui pendekatan digital yang inovatif,” ujar Suhestiasih kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa 26 Mei 2026.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital saat ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Kain tenun Baduy memiliki nilai budaya dan filosofi tinggi yang perlu terus dilestarikan.
“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya humaniora digital dalam mendukung promosi produk budaya lokal agar mampu bersaing di era modern tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya,” katanya.
Ia berharap hasil diskusi dari FGD tersebut dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat pemasaran produk tenun Baduy sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin lokal di wilayah Banten.
Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pihak terkait dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pelestarian budaya sekaligus memperluas akses pemasaran produk ekonomi kreatif berbasis tradisi.
Editor: Abdul Rozak











