LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lebak, Haerudin, menegaskan bahwa peringatan dua hari besar keagamaan yang berdekatan, yakni Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada 27 Januari dan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili pada 29 Januari 2025, merupakan kesempatan emas untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lebak.
Haerudin menjelaskan, meskipun masyarakat Lebak menganut berbagai keyakinan, mereka tetap bisa hidup berdampingan dengan saling menghargai dan menjaga keharmonisan.
“Meskipun perbedaan keyakinan ada, namun yang utama adalah menjaga kebersamaan dan hidup rukun. Ini kunci kemajuan bersama,” ujarnya kepada Radarbanten.co.id, pada Rabu 29 Januari 2025.
FKUB Lebak, lanjut Haerudin, akan terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kerukunan antarumat beragama agar suasana tetap kondusif dan harmonis.
“Kami memastikan bahwa kerukunan, kebersamaan, dan saling menghormati tetap terjaga di tengah-tengah keberagaman,” tegasnya.
Sementara itu, Romo Dermateja, Tokoh Agama Buddha di Kabupaten Lebak, memberikan apresiasi atas kehidupan masyarakat Lebak yang dinilai sangat harmonis.
Menurutnya, meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda-beda, masyarakat Lebak tetap menjaga nilai-nilai saling menghargai, tanpa adanya konflik sosial yang berarti.
“Kehidupan damai ini patut kita pertahankan. Kami juga selalu mengingatkan umat kami untuk terus menjaga kerukunan, yang pada akhirnya menciptakan kesejahteraan bersama,” kata Romo Dermateja.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











