LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID-Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, menyebut pihaknya berhasil menurunkan angka kemiskinan dalam empat tahun terakhir.
Menurutnya capaian ini tidak lepas dari kerja keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dalam menjalankan berbagai program strategis.
“Selama empat tahun terakhir, angka kemiskinan di Lebak mengalami penurunan signifikan, dari 10,6 persen menjadi 9,7 persen, lalu turun lagi menjadi 8,9 persen, dan saat ini mencapai 8,4 persen,” kata Eka kepada wartawan Jumat 31 Januari 2025.
Ia menjelaskan, keberhasilan strategi Pemkab Lebak dalam menekan kemiskinan dengan melakukan peningkatkan pendapatan masyarakat melalui program bantuan sosial, mengurangi beban pengeluaran dengan subsidi dan perlindungan sosial, serta mengatasi kantong-kantong kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur.
“Selain itu, kami juga telah melaksanakan program Gebyar KLASIK (Kolaborasi Lebak Atasi Stunting, Inflasi, dan Kemiskinan Ekstrem) sebanyak tiga tahap di puluhan titik,” terangnya.
Eka menjelaskan, dalam setahun program KLASIK mampu menurunkan angka kemiskinan ekstrem dari 1,67 persen menjadi 0,82 persen.
“Kami berharap program ini dapat terus dilanjutkan agar tingkat kemiskinan di Kabupaten Lebak semakin menurun,” ujarnya.
Namun demikian, Kabupaten Lebak sebetulnya masih tercatat angka kemiskinan yang cukup tinggi dan menempati posisi kedua setelah Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Kabupaten Lebak pada tahun 2024 mencapai 8,44 persen, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 111.710 orang.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











